Pemuja.com – Kapal perang Amerika Serikat jenis perusak rudal, USS Higgins, dilaporkan mengalami insiden kebakaran saat menjalankan operasi di kawasan Indo-Pasifik. Peristiwa ini sempat melumpuhkan sistem vital kapal dan memicu kekhawatiran soal kesiapan armada Angkatan Laut AS.
Insiden tersebut terjadi akibat gangguan teknis yang disebut sebagai “engineering casualty” atau kegagalan sistem internal. Laporan awal menyebut adanya korsleting listrik yang memicu percikan api atau asap di salah satu peralatan kapal.
Sistem Listrik dan Propulsi Lumpuh
Akibat kejadian ini, USS Higgins sempat kehilangan daya listrik dan sistem propulsi selama beberapa jam. Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat bergerak maupun mengoperasikan sistem tempurnya secara normal.
Bahkan, dalam periode tersebut kapal disebut berada dalam kondisi rentan karena tidak dapat mengendalikan pergerakan maupun mempertahankan kemampuan tempur. Sistem penting seperti radar dan kendali senjata turut terdampak akibat gangguan listrik.

Api Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban
Pihak Angkatan Laut AS memastikan bahwa insiden tersebut berhasil ditangani dengan cepat oleh awak kapal. Api tidak menyebar luas dan berhasil dipadamkan dalam waktu singkat.
Tidak ada korban luka dalam kejadian ini, dan situasi di atas kapal telah dinyatakan terkendali. Setelah penanganan darurat, sistem listrik dan propulsi kapal juga dilaporkan berhasil dipulihkan.
Investigasi dan Sorotan Kesiapan Armada
Hingga kini, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan. Namun indikasi awal mengarah pada kegagalan sistem kelistrikan internal kapal.
Insiden USS Higgins menambah daftar gangguan yang terjadi pada armada Angkatan Laut AS dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, sejumlah kapal perang lain juga dilaporkan mengalami kebakaran maupun gangguan teknis saat bertugas.
Peristiwa ini pun memicu perhatian terhadap kesiapan operasional armada AS, terutama di kawasan Indo-Pasifik yang tengah menjadi fokus strategis militer Amerika Serikat.
Baca Artikel Lainnya :
- Kapal AS USS Higgins Terbakar, di Tengah Operasi Indo-Pasifik
- Pemerintah Beli Saham Ojol, Minta Potongan Aplikator Hanya 8%
- Masuk Injury Time, Akhirnya DJP Geser Deadline SPT Badan hingga Akhir Mei
- Biaya Perang AS Melawan Iran Membengkak, Tembus Rp860T
- May Day 2026 Kembali Digelar di Monas: Antara Panggung Megah dan Politik
Leave a comment