Home Berita Pemerintah Beli Saham Ojol, Minta Potongan Aplikator Hanya 8%
BeritaNasional

Pemerintah Beli Saham Ojol, Minta Potongan Aplikator Hanya 8%

Share
Share

Pemuja.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 diwarnai kebijakan besar pemerintah terhadap sektor ojek online (ojol). Presiden Prabowo Subianto menegaskan potongan tarif dari aplikator harus ditekan dan tidak boleh mencapai 10 persen.

Dalam pidatonya di kawasan Monas pada 1 Mei 2026, Prabowo menyebut sistem potongan saat ini tidak adil bagi pengemudi. Ia menolak angka 10 persen dan meminta potongan berada di bawah batas tersebut.

Tekanan Turunkan Potongan hingga 8 Persen

Kebijakan ini diperkuat lewat langkah konkret pemerintah. Sejumlah laporan menyebut potongan aplikator ditargetkan turun menjadi sekitar 8 persen. Sebelumnya, potongan itu bisa mencapai 20 persen.

Aturan baru ini mendorong pembagian pendapatan lebih besar bagi driver. Pengemudi bahkan disebut bisa menerima hingga sekitar 92 persen dari tarif perjalanan.

Respons dari aplikator seperti Gojek dan Grab mulai terlihat. Mereka menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah sambil menunggu aturan teknis resmi.

Prabowo singgung kesejahteraan ojol di panggung mayday monas

Pemerintah Masuk Lewat Kepemilikan Saham Aplikator Ojol

Langkah lain yang menonjol adalah keterlibatan langsung pemerintah dalam perusahaan aplikator. Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, pemerintah disebut membeli sebagian saham perusahaan ojol.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, kepemilikan saham ini memberi ruang bagi pemerintah untuk memengaruhi kebijakan internal. Termasuk di dalamnya pembagian pendapatan antara aplikator dan pengemudi.

Ia menegaskan, setelah menjadi pemegang saham, pemerintah akan mendorong perubahan bertahap di dalam sistem aplikator. Tujuannya agar lebih berpihak kepada driver. Salah satu langkah awalnya adalah memangkas potongan menjadi 8 persen.

Upaya Tingkatkan Kesejahteraan Driver Ojol

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan pekerja di sektor ekonomi digital. Selain potongan tarif, pemerintah dan DPR juga mengkaji status kerja driver. Status tersebut masih diperdebatkan, apakah tetap sebagai mitra atau menjadi pekerja formal.

Dengan regulasi baru dan kepemilikan saham oleh negara, pemerintah berharap ekosistem ojol menjadi lebih adil. Langkah ini juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan jutaan pengemudi di Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Ricuh di Prancis, Massa Bakar Balai Kota dan Jarah Toko

Pemuja.com – Kerusuhan melanda sejumlah wilayah di Prancis setelah demonstrasi berujung aksi kekerasan. Massa membakar bangunan pemerintah, merusak fasilitas umum, hingga menjarah sejumlah...

Selamat Ulang Tahun ke-75 Pak Prabowo, Kado Pahit Menanti

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto hari ini genap berusia 75 tahun. Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Prabowo telah melewati perjalanan panjang...

Related Articles

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari...

Penyadapan Prabowo, LSP & 2 Jenderal Polri Jadi Tersangka

Pemuja.com – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan...

Korut Dituduh Bobol Binance Rp114 Triliun, Adik Kim Jong-un Murka

Pemuja.com – Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengecam...

Gerindra Bahas Polemik Ijazah Gibran, Ikut Memakzulkan?

Pemuja.com – Partai Gerindra akan menentukan sikap terkait polemik keabsahan dokumen pendidikan...