Home Berita Waspada Hantavirus, Dunia Soroti Dugaan Mutasi Virus di Kapal Pesiar
BeritaHealthNasional

Waspada Hantavirus, Dunia Soroti Dugaan Mutasi Virus di Kapal Pesiar

Share
Share

Pemuja.com – Dunia internasional tengah menyoroti wabah hantavirus yang muncul di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.

Kasus ini menjadi perhatian karena diduga melibatkan varian Andes virus, salah satu jenis hantavirus langka yang diketahui dapat menular antarmanusia dalam kontak dekat.

Hingga kini, wabah tersebut telah menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya dirawat intensif.

Kronologi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius

Kapal pesiar ekspedisi MV Hondius berangkat dari Argentina pada akhir Maret 2026 untuk pelayaran menuju sejumlah pulau terpencil di Atlantik Selatan dan Antarktika.

Awal mula kasus terjadi ketika seorang penumpang asal Belanda mengalami gejala gangguan pernapasan pada 6 April. Kondisinya memburuk dan ia meninggal dunia pada 11 April di atas kapal.

Beberapa hari kemudian, istrinya yang ikut dalam perjalanan juga jatuh sakit setelah turun di Saint Helena. Ia kemudian diterbangkan ke Johannesburg, Afrika Selatan, namun meninggal dunia pada 26 April. Seorang penumpang asal Jerman juga dilaporkan meninggal di kapal pada awal Mei.

WHO mencatat sedikitnya lima kasus terkonfirmasi dan beberapa kasus suspek lain muncul di antara penumpang serta kru kapal.

Kapal tersebut sempat dikarantina di perairan Cape Verde sebelum akhirnya diarahkan menuju Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, untuk evakuasi dan investigasi epidemiologi lebih lanjut.

Benarkah Hantavirus Sudah Berevolusi?

Muncul kekhawatiran bahwa hantavirus kini mengalami evolusi atau mutasi sehingga lebih mudah menular antarmanusia. Namun hingga saat ini, WHO dan sejumlah ahli kesehatan menegaskan belum ada bukti bahwa virus tersebut berubah menjadi virus dengan penularan cepat seperti COVID-19.

Para peneliti menduga wabah di kapal pesiar terkait dengan Andes virus, varian hantavirus yang memang sejak lama diketahui memiliki kemampuan terbatas untuk menular dari manusia ke manusia melalui kontak sangat dekat dan berkepanjangan.

Kemampuan tersebut berbeda dengan sebagian besar jenis hantavirus lain yang umumnya hanya menular dari hewan pengerat ke manusia.

WHO juga menegaskan risiko penyebaran global masih rendah. Penularan virus ini dinilai tidak semudah virus influenza maupun corona karena membutuhkan kontak intensif dengan cairan tubuh atau lingkungan yang terkontaminasi.

Apa Itu Hantavirus dan Seberapa Mematikan?

Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan terutama melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Penularan dapat terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Virus ini dapat menyebabkan dua penyakit utama, yaitu gangguan ginjal serius dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.

Gejalanya awalnya menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga batuk kering. Dalam kondisi berat, pasien bisa mengalami gagal napas akut.

Tingkat kematian hantavirus tergolong tinggi. Beberapa jenis, termasuk Andes virus, memiliki fatalitas hingga sekitar 30–40 persen pada kasus berat. Karena itu, wabah di kapal pesiar tersebut langsung memicu kewaspadaan internasional.

Pemerintah Indonesia Perketat Pengawasan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mulai meningkatkan kewaspadaan menyusul merebaknya kasus hantavirus di kapal pesiar internasional tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah memperkuat sistem skrining di pintu masuk negara dan menyiapkan metode deteksi seperti rapid test maupun PCR apabila diperlukan.

Kemenkes juga meningkatkan sistem surveilans untuk mendeteksi kemungkinan kasus secara dini. Pemerintah menegaskan hingga kini belum ditemukan penyebaran luas hantavirus di Indonesia, meski beberapa kasus suspek masih dalam pemantauan.

Data Kemenkes menunjukkan sejak 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026 terdapat ratusan laporan suspek hantavirus di Indonesia, namun hanya sebagian kecil yang terkonfirmasi positif setelah pemeriksaan laboratorium.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.900-an, Efek MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks saham Indonesia itu merosot ke level 4.900-an...

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi dan Bencana Jadi Ujian

Pemuja.com – Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalankan pemerintahan. Namun, waktu tersebut juga belum tentu cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan bangsa....

Related Articles

Como Menggila! Bantai Lens 9-1 di Liga Champions

Pemuja.com – Luar biasa! Como 1907 semakin mengguncang sepak bola Eropa. Setelah...

SBY Resah Politik Indonesia Makin Liar, Singgung Konflik Elite

Pemuja.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keresahannya...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah Jadi Senat Muslim Pertama AS

Pemuja.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil...

Jokowi Tunjukkan Ijazah S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Pemuja.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah asli miliknya...