Home Berita Pabrik Urung Hengkang dari Indonesia, Ujian Nyata Target 19 Juta Lapangan Kerja
BeritaEkonomiNasional

Pabrik Urung Hengkang dari Indonesia, Ujian Nyata Target 19 Juta Lapangan Kerja

Share
Pabrik Pindah
Pabrik Pindah
Share

Pemuja.com – Kabar mengenai rencana relokasi pabrik komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam pertama kali mencuat pada 21 Juni 2026. Saat itu, isu tersebut memicu kekhawatiran karena berpotensi menyebabkan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan akibat pemindahan produksi ke luar negeri.

Sepekan kemudian, pemerintah memastikan relokasi secara penuh berhasil dicegah. Meski begitu, sebagian kapasitas produksi diketahui tetap dipindahkan ke Vietnam sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan.

Cegah Relokasi Total

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan perusahaan yang dimaksud adalah PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto yang merupakan bagian dari Grup Yazaki, produsen wiring harness atau kabel kelistrikan kendaraan asal Jepang.

Menurut Said, pemerintah melakukan komunikasi intensif dengan manajemen perusahaan setelah muncul informasi mengenai rencana relokasi. Hasilnya, perusahaan memutuskan mempertahankan sebagian besar kegiatan produksinya di Indonesia sehingga ancaman PHK massal terhadap ribuan pekerja dapat dihindari.

Sebagian Produksi Tetap Dipindahkan

Meski batal meninggalkan Indonesia sepenuhnya, relokasi tidak benar-benar dibatalkan secara keseluruhan.

Said Iqbal menjelaskan sekitar 20 persen kapasitas produksi tetap dipindahkan ke Vietnam, sedangkan 80 persen lainnya masih dipertahankan di Indonesia. Dengan komposisi tersebut, operasional pabrik di Pasuruan dan Mojokerto tetap berjalan sehingga mayoritas tenaga kerja masih dapat dipertahankan.

Relokasi sebagian produksi itu disebut berkaitan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara. Vietnam dinilai memiliki ekosistem industri kendaraan listrik yang berkembang cukup pesat sehingga menjadi salah satu tujuan ekspansi.

Meski demikian, keputusan mempertahankan 80 persen produksi di Indonesia dinilai mampu menjaga keberlangsungan industri komponen otomotif nasional sekaligus menghindari dampak sosial yang lebih besar akibat PHK.

Tantangan Menjaga Daya Saing Industri

Hal ini menjadi pengingat bahwa persaingan menarik investasi manufaktur di kawasan Asia Tenggara semakin ketat. Negara-negara seperti Vietnam terus menawarkan berbagai kemudahan bagi investor, terutama di sektor kendaraan listrik dan industri pendukungnya.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki pasar domestik yang besar serta ekosistem industri otomotif yang kuat. Namun, berbagai tantangan seperti efisiensi logistik, kepastian regulasi, hingga daya saing biaya produksi tetap menjadi perhatian investor dalam menentukan lokasi investasi.

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi janji pemerintah menciptakan 19 juta lapangan kerja. Masyarakat tentu berhak mempertanyakan, sanggupkah target tersebut diwujudkan jika perusahaan yang sudah puluhan tahun beroperasi di Indonesia justru mulai mengurangi investasinya dan memindahkan sebagian produksi ke negara lain?

Jangan sampai janji menciptakan jutaan lapangan kerja hanya menjadi target di atas kertas, yang pada akhirnya dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Terima Kunjungan PM India Narendra Modi di Istana

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan...

Ribuan Calon Mahasiswa SNBP Tak Daftar Ulang, Apa Penyebabnya? Apakah Ada Tindakan Pemerintah?

Pemuja.com – Fenomena calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang setelah lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 kembali jadi sorotan. Di tengah...

Related Articles

Hotman Paris Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Usai Dilaporkan

Pemuja.com – Pengacara Hotman Paris Hutapea bakal menjalani pemeriksaan di Polda Metro...

Prabowo Teken Keppres, Kuntadi Resmi Gantikan Febrie

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Kuntadi sebagai pengganti Febrie Adriansyah...

Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Pemuja.com – Nanik S. Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala...

KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka Usai OTT

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Lombok Barat, Lalu...