Home Berita Penggerebekan Kafe Seret Nama Jampidsus, Apakah Ada Gesekan Antar Lembaga?
BeritaKriminalNasional

Penggerebekan Kafe Seret Nama Jampidsus, Apakah Ada Gesekan Antar Lembaga?

Share
Bukan Sekedar Penggerebekan Cafe
Bukan Sekedar Penggerebekan Cafe
Share

Pemuja.com – Mengagetkan, suasana malam di Jakarta Selatan mendadak berubah tegang. Sebuah kafe di Cipete tiba-tiba menjadi sorotan setelah polisi menemukan brankas besar berisi uang valuta asing dalam jumlah fantastis.

Kasus ini makin menghebohkan karena lokasi tersebut disebut berkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Tak lama setelah penggerebekan itu, rumah Febrie di kawasan Jakarta Selatan juga terlihat dijaga aparat TNI. Rangkaian kejadian ini langsung memunculkan banyak pertanyaan. Ada apa sebenarnya di balik penggeledahan tersebut?

Brankas Besar Ditemukan di Kafe

Penggeledahan dilakukan tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya. Polisi masuk ke sebuah kafe di Cipete dan menemukan brankas besar berisi uang tunai dalam jumlah besar. Sebagian uang itu berupa dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.

Saat penggeledahan berlangsung, media sosial juga diramaikan kabar adanya PM yang datang ke lokasi kafe. Namun sampai sekarang belum diketahui pasti fungsi dan tugas kehadirannya malam itu. Dari lokasi itu, polisi juga menyita dokumen dan barang elektronik.

Penggeledahan lalu berlanjut ke sebuah money changer yang berada tak jauh dari lokasi. Dari dua tempat itu, total uang yang diamankan disebut mencapai sekitar Rp67 miliar. Temuan ini membuat kasus langsung menjadi perhatian publik.

Rumah Jampidsus Dijaga TNI

Pada malam yang sama, rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru terlihat dijaga personel TNI. Kehadiran aparat di rumah Jampidsus membuat tanda tanya semakin besar. Apalagi penjagaan itu muncul saat polisi sedang menggeledah lokasi yang disebut terkait dengannya.

TNI menjelaskan pengamanan itu dilakukan atas permintaan Kejaksaan. Langkah itu juga disebut mengacu pada Perpres Nomor 66 Tahun 2025 tentang perlindungan negara terhadap jaksa dalam menjalankan tugas. Meski begitu, waktunya yang berbarengan dengan penggeledahan tetap menimbulkan banyak tafsir di publik.

Diduga Terkait Kasus Korupsi Besar

Dari keterangan awal kepolisian, penggeledahan ini dikaitkan dengan penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang. Sejumlah perkara besar disebut ikut terkait, seperti kasus PT Asabri, Krakatau Steel, dan dugaan korupsi pengadaan batu bara yang dikaitkan dengan blackout.

Karena itu, kafe dan money changer yang digeledah diduga bukan sekadar tempat usaha biasa. Lokasi itu bisa terkait dengan penyimpanan uang atau aliran dana dari perkara-perkara tersebut. Namun sampai saat ini, konstruksi lengkap kasusnya belum dibuka secara resmi.

Nama Febrie Jadi Sorotan

Kasus ini makin sensitif karena nama yang ikut terseret adalah Febrie Adriansyah. Ia dikenal sebagai pejabat yang selama ini menangani sejumlah perkara korupsi besar. Febrie pernah terlibat dalam penanganan kasus Asabri, Jiwasraya, BTS Kominfo, Krakatau Steel, hingga perkara timah.

Karena itu, penggeledahan di lokasi yang disebut berkaitan dengannya langsung memunculkan perhatian besar. Publik melihat peristiwa ini bukan lagi penggeledahan biasa. Kasus ini dinilai bisa menyentuh lingkaran inti penegakan hukum perkara korupsi.

Ada Gesekan Polisi, Kejaksaan, dan TNI?

Di sinilah kasus ini terasa lebih rumit. Satu sisi ada polisi yang bergerak menggeledah dan menyita uang puluhan miliar. Di sisi lain ada kejaksaan karena nama Jampidsus ikut terseret. Pada saat yang sama, TNI muncul lewat pengamanan di rumah.

Rangkaian peristiwa ini menimbulkan kesan adanya ketegangan di antara tiga lembaga tersebut. Publik kini menunggu penjelasan yang lebih terang. Apakah penggeledahan ini murni bagian dari penyidikan kasus korupsi dan pencucian uang, atau ada dinamika lain yang lebih besar di belakangnya?

Jika kasus sebesar ini dibiarkan menggantung tanpa penjelasan utuh, pertanyaan publik akan terus melebar. Bukan hanya soal uang itu milik siapa, tetapi juga apakah sedang ada benturan kepentingan di antara aparat penegak hukum sendiri. Di titik itulah perkara ini menjadi jauh lebih sensitif, karena yang diuji bukan cuma satu kasus, melainkan juga wibawa penegakan hukum di mata masyarakat.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Razman Nasution Resmi Dijebloskan ke Lapas Cipinang

Pemuja.com – Pengacara Razman Arif Nasution resmi menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas I Cipinang setelah upaya hukum kasasi yang diajukannya ditolak Mahkamah...

Dasco Pimpin Rapat Bahas Antisipasi Gelombang PHK

Pemuja.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah dan perwakilan serikat buruh di Gedung Nusantara III,...

Related Articles

Prabowo Resmikan B50, Babak Baru Program Biodiesel Nasional

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan implementasi mandatori biodiesel B50 pada...

Perempat Final Dimulai, Malam ini : Les Bleus Diunggulkan, Maroko Bawa Misi Balas Dendam

Pemuja.com – Piala Dunia 2026 saat ini sudah memasuki babak Perempat final...

CR 7 Tersingkir, Belgia Pesta Gol, Kini Argentina dan Swiss Siap Tempur di 16 Besar

Pemuja.com – Drama kembali terjadi pada Selasa (7/7) dini hari WIB. Portugal...

Japto, Ketua Umum Pemuda Pancasila Kembali Diperiksa KPK, Kenapa?

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Japto Soerjosoemarno dalam pengembangan...