Pemuja.com – Peredaran beras kembali menjadi sorotan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar temuan pemerintah terkait puluhan merek beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi beras premium yang mulai sulit ditemukan di sejumlah supermarket. Beras premium yang sebelumnya banyak dijual dengan harga sekitar Rp74.500 per kemasan kini disebut mulai menghilang dari rak penjualan.
Kondisi ini membuat konsumen bertanya-tanya. Terlebih, pemerintah menemukan adanya dugaan pergeseran beras premium menjadi beras fortifikasi.
Beras Premium Bergeser Jadi Fortifikasi
Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan zat gizi tertentu. Misalnya, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Fortifikasi dilakukan untuk membantu meningkatkan asupan gizi masyarakat.
Namun, penggunaan label fortifikasi membuat kualitas dan kandungan beras menjadi hal penting. Produk yang mencantumkan klaim tersebut harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

Amran menyebut terjadi perubahan pola dalam peredaran beras di pasar. Menurutnya, beras premium yang sebelumnya banyak beredar kini sebagian muncul dengan label fortifikasi.
“Sekarang premium hilang, menjelma menjadi fortifikasi,” kata Amran dalam pemaparannya pada 15 September 2026.
Pemerintah kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah produk. Dari 27 merek yang diperiksa, sebanyak 25 merek disebut tidak memenuhi ketentuan.
Pemeriksaan dilakukan di sejumlah laboratorium. Hasilnya menemukan adanya ketidaksesuaian antara klaim pada produk dengan kandungan yang diperiksa.
Harga Beras Fortifikasi Jadi Sorotan
Masalah lainnya adalah harga. Amran menyebut ada beras fortifikasi yang dijual hingga Rp57.000 per kilogram.
Padahal, pemerintah memperkirakan harga wajarnya sekitar Rp13.000 per kilogram. Rata-rata harga jual yang ditemukan mencapai Rp23.385 per kilogram.
Pemerintah memperkirakan potensi kerugian konsumen dari dugaan praktik tersebut mencapai Rp89 triliun.
Angka tersebut merupakan perhitungan pemerintah dan menjadi bagian dari proses penanganan kasus.

25 Merek Beras Disebut Amran
Berikut 25 merek yang disebut dalam temuan pemerintah:
- Idola Fortifikasi
- Idola High Quality Whole Grain Rice
- Idola Long Grain Rice
- Ikan Mas Cupang
- AAA Wijaya Kusuma
- Cantik Manis
- Penari Bangkok
- Topi Koki Short Grain
- Topi Koki Setra Royale
- Topi Koki Long Grain Crystal
- HOK-1 Gohan
- Maknyuss Pulen Gizi
- Anak Raja Fortifikasi
- Anak Raja Nusantara
- Top Anak Raja
- PMS Induk Ayam
- Sumo
- Rasvit
- FS Nutri Rice
- Pelikan
- Rice Rojolele
- Super Kepala Beras Premium 111
- 111 Golden Number
- Putri Koki
- Wellfarm Beras Diabet
Pemerintah menyatakan produk-produk tersebut tidak memenuhi ketentuan standar yang berlaku. Pemerintah juga memerintahkan penarikan produk dari peredaran.
Konsumen Menunggu Kejelasan
Beras fortifikasi sebenarnya memiliki tujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Karena itu, kandungan yang tercantum pada kemasan menjadi hal penting.
Di sisi lain, mulai sulitnya beras premium di sejumlah supermarket menambah perhatian masyarakat terhadap kondisi pasar beras.
Belum dapat dipastikan apakah hilangnya sejumlah beras premium dengan harga sekitar Rp74.500 tersebut berkaitan langsung dengan temuan beras fortifikasi.
Namun, pemerintah kini dituntut memberikan penjelasan yang lebih terang. Konsumen perlu mengetahui jenis beras yang dibeli, kualitasnya, serta kesesuaian antara isi dan klaim pada kemasan.
Leave a comment