Home Berita MUI Desak Penghentian Bangunan Ponpes Tak Sesuai SOP
BeritaNasional

MUI Desak Penghentian Bangunan Ponpes Tak Sesuai SOP

Share
MUI Minta ponpes seperti al khoziny tidak terjadi lagi
Share

Pemuja.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan penghentian pembangunan pondok pesantren (ponpes) yang tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP), menyusul tragedi memilukan di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Musala tiga lantai yang tengah direnovasi ambruk saat para santri melaksanakan salat Ashar berjemaah, menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Tragedi Al Khoziny: 67 Meninggal, 104 Selamat

Berdasarkan laporan resmi dari Basarnas, total korban tragedi mencapai 171 orang. Dari jumlah tersebut:

  • 67 orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk delapan bagian tubuh yang ditemukan terpisah.
  • 104 orang berhasil diselamatkan, sebagian besar telah dipulangkan, sementara sisanya masih menjalani perawatan intensif.

Evakuasi dilakukan selama sembilan hari penuh, melibatkan ratusan personel dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, PMI, dan relawan. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa seluruh korban telah ditemukan dan proses pencarian resmi ditutup pada 7 Oktober 2025.

Seruan MUI: Hentikan Bangunan Tak Sesuai SOP

Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa pembangunan ponpes harus mengutamakan keselamatan. Ia meminta agar bangunan yang tidak sesuai SOP segera dihentikan.

“Kalau enggak layak, tidak sesuai dengan standar, tidak sesuai SOP, ya sebaiknya dihentikan. Untuk apa? Untuk aman, nyaman bagi para santri,” ujar Amirsyah.

Ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh bangunan pendidikan, termasuk gedung perkantoran dan perumahan, agar tragedi serupa tidak terulang.

MUI : Mari Ambil Hikmah Dan Evaluasi

MUI turut mendoakan para korban agar mendapat husnul khatimah dan mengajak masyarakat untuk bersabar serta mengambil hikmah dari musibah ini.

Tragedi Al Khoziny menjadi pengingat penting bahwa pembangunan fisik lembaga keagamaan harus disertai dengan pengawasan ketat dan kepatuhan terhadap regulasi teknis.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Ricuh di Prancis, Massa Bakar Balai Kota dan Jarah Toko

Pemuja.com – Kerusuhan melanda sejumlah wilayah di Prancis setelah demonstrasi berujung aksi kekerasan. Massa membakar bangunan pemerintah, merusak fasilitas umum, hingga menjarah sejumlah...

Selamat Ulang Tahun ke-75 Pak Prabowo, Kado Pahit Menanti

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto hari ini genap berusia 75 tahun. Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Prabowo telah melewati perjalanan panjang...

Related Articles

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari...

Penyadapan Prabowo, LSP & 2 Jenderal Polri Jadi Tersangka

Pemuja.com – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan...

Korut Dituduh Bobol Binance Rp114 Triliun, Adik Kim Jong-un Murka

Pemuja.com – Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengecam...

Gerindra Bahas Polemik Ijazah Gibran, Ikut Memakzulkan?

Pemuja.com – Partai Gerindra akan menentukan sikap terkait polemik keabsahan dokumen pendidikan...