Pemuja.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak akan dimulai pada Januari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah ibu kota dan menata ruang publik agar lebih tertib dan aman.

Tiang Monorel Tersebar di Sejumlah Titik
Tiang-tiang monorel yang terbengkalai sejak awal 2000-an tersebar di beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan HR Rasuna Said, Jalan Asia Afrika, kawasan Senayan, hingga Jalan Gatot Subroto.
Proyek transportasi massal ini awalnya digagas di era Gubernur Sutiyoso dan mendapat dukungan pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri.

Namun, proyek mulai tersendat di periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena masalah pendanaan, ketidaksepakatan antara investor dan pemerintah, serta perubahan kebijakan transportasi perkotaan.
Akibatnya, pembangunan tidak diteruskan dan hanya menyisakan deretan tiang beton tanpa rel maupun sarana pendukung. Sejak saat itu, proyek monorel resmi dihentikan dan Jakarta beralih fokus pada pembangunan sistem transportasi lain seperti MRT dan LRT.
Aset Milik Adhi Karya dan Proses Pembongkaran
Sebagian tiang diketahui masih tercatat sebagai aset PT Adhi Karya Tbk. Karena itu, Pemprov DKI tengah berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk memastikan proses pembongkaran berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan masalah hukum.
Ditegaskan, penataan ini akan dilakukan secara bertahap dan aman, dimulai dari titik-titik yang paling mencolok di pusat kota.

Jakarta ke Depan
Meski status ibu kota negara akan dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Jakarta harus tetap menjadi etalase Indonesia yang modern, tertib, dan indah.
Pemerintah daerah bertekad menjadikan Jakarta kota yang terus berkembang dengan wajah baru yang lebih manusiawi dan ramah lingkungan.
Leave a comment