Pemuja.com – Setiap musim hujan datang, ada musuh kecil yang kembali berkeliaran tanpa ampun: nyamuk Aedes aegypti. Hewan mungil dengan belang hitam-putih di tubuhnya ini mampu menularkan virus dengue yang mematikan. Dalam hitungan hari, virus itu bisa menyerang siapa saja — dari anak-anak hingga orang dewasa sehat — dan menyebabkan demam berdarah dengue (DBD).

DBD bukan sekadar demam biasa. Penyakit ini bisa berkembang cepat menjadi kondisi gawat darurat. Penderitanya kerap mengalami demam tinggi lebih dari 38°C, nyeri otot dan sendi, mual, hingga muncul bintik merah di kulit akibat pecahnya pembuluh darah halus. Bila terlambat ditangani, bisa berujung pada penurunan trombosit drastis dan kegagalan organ vital.
Musim Hujan Datang, Risiko DBD Meningkat
Kini, saat hujan mulai rutin turun di berbagai daerah Indonesia, risiko penyebaran DBD pun meningkat tajam. Genangan air di halaman rumah, talang air tersumbat, atau wadah bekas minuman bisa menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Kondisi lingkungan yang lembap dan tidak terawat membuat siklus hidup nyamuk semakin cepat. Dalam waktu seminggu saja, jentik dapat berubah menjadi nyamuk dewasa siap menyebarkan virus dengue.
Imbauan dari BPJS Kesehatan
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman DBD yang cenderung meningkat saat musim hujan.
“Menurut data BPJS, ada lebih dari 166 ribu peserta BPJS Kesehatan yang terkena demam berdarah dengue, dan 59 persen di antaranya berusia di bawah 20 tahun. Ini angka yang besar, sehingga semua pihak seharusnya bergerak bersama untuk mengatasi demam berdarah dengue,” ujar Ali Ghufron dalam acara di Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Ia juga menekankan bahwa beban biaya perawatan pasien DBD cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahun, menjadi pengingat bahwa pencegahan jauh lebih murah dan efektif dibanding pengobatan.

Langkah Pencegahan di Rumah
Agar terhindar dari DBD, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan langkah 3M Plus, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat wadah air dan tangki.
- Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang bisa menampung air hujan.
- Plus: menggunakan losion atau kelambu antinyamuk, serta memastikan ventilasi rumah cukup udara dan cahaya.
Kebiasaan sederhana seperti memeriksa pot bunga, talang air, atau ember bekas bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Waspada Sejak Dini, Lindungi Keluarga
Musim hujan memang membawa kesegaran dan harapan baru. Namun, di balik itu, ancaman demam berdarah terus mengintai. Dengan kesiapsiagaan dan kepedulian bersama, masyarakat dapat menekan penularan dan melindungi keluarga dari bahaya DBD.
Mari mulai dari langkah kecil: bersihkan lingkungan, waspadai gejala, dan jangan menunda ke dokter. Karena melawan DBD berarti menjaga kehidupan. Ingat, mencegah jauh lebih bijak daripada mengobati.
Baca Artikel Lainnya
- Jasamarga Terapkan Buka Tutup Akses Tol Layang MBZ Hari Ini
- NU dan Muhammadiyah Berpeluang Lebaran Bersamaan
- Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan hingga 24 Maret Selama Libur Lebaran
- Kemacetan “Horor” di Gilimanuk, Antrean Tembus Puluhan Kilometer
- Pemerintah Siapkan Pangkas Anggaran, Jaga Defisit Tetap Aman
Leave a comment