Pemuja.com – Hari ini, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar prosesi pemakaman Sri Susuhunan Pakubuwono XIII atau PB XIII dengan penuh khidmat. Jenazah raja yang dikenal bijaksana itu dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Mataram, Astana Imogiri, Yogyakarta. Tempat ini menjadi lokasi peristirahatan terakhir bagi para raja Mataram sejak abad ke-17.

Disemayamkan di Keraton Surakarta
Sejak Selasa malam, jenazah PB XIII disemayamkan di Sasono Parasdya Keraton Surakarta. Suasana duka menyelimuti kompleks keraton, dengan abdi dalem, keluarga besar, serta masyarakat yang bergantian memberikan penghormatan terakhir.

Sebelum diberangkatkan, keluarga keraton melaksanakan prosesi adat brobosan, yaitu berjalan melewati jenazah sebanyak tiga kali sebagai bentuk penghormatan terakhir. Tradisi ini menjadi simbol perpisahan dalam adat Jawa untuk melepas kepergian seorang raja.
Kirab Jenazah Menuju Imogiri
Kirab jenazah berlangsung pagi ini dengan penuh penghormatan. Kereta jenazah ditarik delapan ekor kuda putih, diikuti dua kereta pengiring masing-masing ditarik dua kuda. Rombongan bergerak dari Keraton Surakarta melalui rute Sasono Parasdya – Sasono Sewoko – Magangan – Alun-alun Selatan – Gapura Gading – Gemblegan – Slamet Riyadi – hingga Loji Gandrung.

Setelah tiba di Loji Gandrung, jenazah dipindahkan ke ambulans untuk dibawa menuju Yogyakarta. Setibanya di kompleks pemakaman Astana Imogiri, jenazah akan disalatkan di masjid setempat sebelum dimakamkan dengan tata cara adat Jawa yang telah diwariskan turun-temurun.
Putra Mahkota Jalankan Tugas Selama Masa Transisi
Selama masa transisi pascawafat PB XIII, putra mahkota KGPAA Hamangkunegoro menjalankan tugas-tugas raja di Keraton Surakarta. Penunjukan tersebut merupakan hasil kesepakatan keluarga inti keraton. Dalam waktu dekat, Hamangkunegoro direncanakan dilantik secara resmi sebagai raja penerus.
KGPAA Hamangkunegoro dikenal sebagai sosok yang tenang dan memahami betul adat serta tata krama keraton. Ia telah lama terlibat dalam kegiatan internal Kasunanan Surakarta dan dipercaya mampu melanjutkan kepemimpinan sang ayah. Keluarga besar keraton menegaskan bahwa proses suksesi akan dilakukan dengan tertib sesuai tradisi kerajaan Jawa.

Duka dan Penghormatan Warga
Ribuan warga memadati sekitar keraton untuk menyaksikan kirab dan memberikan penghormatan terakhir. Bendera setengah tiang berkibar di sejumlah titik di Surakarta sebagai tanda duka. Meski demikian, aktivitas wisata di kawasan Keraton Surakarta tetap berjalan dengan tertib, menandakan bahwa kehidupan budaya di kota ini tetap berlanjut meski sedang berduka.
Melanjutkan Jejak Sejarah
Pemakaman PB XIII di Imogiri menegaskan kesinambungan sejarah panjang monarki Jawa. Tradisi dan nilai budaya tetap dijaga di tengah perubahan zaman. PB XIII dikenang sebagai raja yang lembut, teduh, dan mampu menjaga persatuan keluarga besar keraton.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan beralih ke tangan sang putra mahkota, KGPAA Hamangkunegoro, yang diharapkan mampu melanjutkan jejak sang ayah dalam menjaga martabat dan tradisi Kasunanan Surakarta di tengah dinamika modernitas.
Leave a comment