Pemuja.com – Nama Ferry Irwandi, influencer asal Jambi sekaligus pendiri Malaka Project, mencuat setelah aksi penggalangan dana untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera akhir tahun ini berhasil mencatatkan rekor solidaritas publik.
Melalui akun Instagram pribadinya, Ferry mengajak masyarakat untuk berdonasi, dan respons publik luar biasa besar.
Donasi Tembus Rp10,3 Miliar dalam 24 Jam
Dalam waktu hanya 24 jam, Ferry berhasil mengumpulkan lebih dari Rp10,3 miliar dari sekitar 87 ribu donatur melalui platform Kitabisa.

Target awal yang dipasang sebesar Rp1 miliar langsung terlampaui, menjadikan aksi ini salah satu penggalangan dana terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Ferry Irwandi : Pastikan Distribusi Bantuan Cepat
Tidak berhenti di penggalangan dana, Ferry memastikan bantuan segera disalurkan.
- Tahap awal: 2,6 ton logistik dikirim melalui Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
- Total bantuan: 5,2 ton logistik berhasil didistribusikan hanya dua hari setelah dana terkumpul.
- Ferry turun langsung ke Aceh Tamiang, menyapa warga yang terisolasi lebih dari 10 hari akibat banjir. Dalam kunjungan itu, ia sempat menitikkan air mata melihat kondisi korban.
Ferry Irwandi Tepis Tuduhan Negatif
Di tengah popularitasnya, Ferry sempat diterpa tudingan mempolitisasi penderitaan korban. Namun ia menegaskan bahwa fokusnya adalah menyalurkan bantuan, bukan mencari keuntungan politik.
Melalui unggahan di Instagram, Ferry menyebut dirinya difitnah oleh narasi yang sama dari berbagai pihak, dan memilih untuk tetap konsisten membantu korban.
Aksi Ferry menunjukkan bahwa figur publik dapat menjadi motor penggerak solidaritas nasional. Kecepatan dan transparansi distribusi bantuan menjadi pembanding atas lambannya respon pemerintah. Publik melihat sosok Ferry sebagai bukti nyata bahwa media sosial bisa menjadi alat perubahan sosial yang besar.
Sosok Ferry Irwandi kini bukan sekadar influencer, melainkan ikon kemanusiaan yang mampu menggerakkan solidaritas nasional.
Dengan penggalangan dana Rp10,3 miliar dan distribusi bantuan cepat, ia menjadi simbol bahwa kekuatan warga bisa menutup celah yang ditinggalkan negara.
Leave a comment