Pemuja.com – Gelombang demonstrasi terbaru di Iran yang kembali pecah dalam beberapa hari terakhir berakhir ricuh dan menelan korban jiwa dalam jumlah besar.
Kelompok hak asasi manusia melaporkan Sekiranya Hampir Atau Lebih dari 500 orang tewas sejak protes meletus dan menyebar ke berbagai kota.
Aksi unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh krisis ekonomi kini berkembang menjadi perlawanan terbuka terhadap pemerintah.
Demo Terbaru Pecah Sejak Akhir Pekan
Demonstrasi kembali memanas sejak akhir pekan lalu di Teheran, Mashhad, Shiraz, dan sejumlah kota lain. Massa turun ke jalan memprotes inflasi tinggi, melemahnya mata uang, serta kesulitan ekonomi yang semakin berat.
Aksi yang semula berlangsung damai berubah menjadi tegang ketika aparat keamanan berusaha membubarkan massa.
Mengapa Demonstrasi Di Iran Berujung Ricuh
Kericuhan pecah setelah aparat mengerahkan pasukan anti-huru-hara, Garda Revolusi, dan milisi Basij. Aparat menggunakan gas air mata untuk memukul mundur demonstran yang memblokade jalan dan membakar ban.
Bentrok meluas ketika sebagian demonstran melempar batu dan merusak fasilitas umum. Situasi ini memicu konfrontasi langsung di banyak titik selama berjam-jam.
Korban Tewas Akibat Bentrokan Langsung
Mayoritas korban tewas dilaporkan meninggal akibat bentrokan dengan aparat keamanan. Kelompok HAM menyebut banyak korban terkena tembakan langsung, peluru karet, serta pukulan saat operasi pembubaran massa.
Sebagian korban lainnya tewas akibat sesak napas karena gas air mata, luka serius, atau terinjak saat massa berlarian. Pemerintah Iran mengakui adanya korban dari pihak aparat, namun tidak merinci jumlah korban sipil.
Penangkapan Massal dan Pemutusan Internet Iran
Selain korban jiwa, ribuan demonstran dilaporkan ditangkap. Banyak penangkapan dilakukan di jalan maupun di rumah warga setelah aksi berlangsung.
Pemerintah juga memutus akses internet dan komunikasi nasional. Langkah ini membuat informasi sulit diverifikasi dan menyulitkan warga mencari bantuan medis.
Pemerintah Iran Sebut Kerusuhan Dipicu Pihak Asing
Pemerintah Iran menyebut aksi demonstrasi telah berubah menjadi kerusuhan yang mengancam stabilitas nasional. Otoritas menuding adanya campur tangan asing yang memanfaatkan situasi ekonomi.
Namun, hingga kini belum ada laporan resmi pemerintah mengenai jumlah korban tewas secara menyeluruh.
Sorotan Dunia Internasional
Situasi di Iran menuai perhatian internasional. Sejumlah negara dan organisasi hak asasi menyerukan penghentian kekerasan dan mendesak pemerintah Iran menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat.
Bentrokan ini dinilai sebagai salah satu penindakan demonstrasi paling mematikan di Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Artikel lainnya :
- Spanyol Tolak AS Gunakan Pangkalan Militer, Trump Kesal
- DJP : Penerimaan Pajak Tumbuh 30,2% hingga Februari 2026
- Dinyatakan Tewas Oleh AS–Israel, Eks Presiden Iran Masih Hidup
- Selat Hormuz Tutup, Cadangan BBM Indonesia Sangat Tipis?
- Kemlu Sebut 15 WNI Ingin Keluar dari Iran, Siapkan Evakuasi
Baca Juga : https://pemuja.com/2025/11/10/pemerintah-pertimbangkan-pembatasan-game-kekerasan-setelah-kasus-sman-72
Leave a comment