Pemuja.com – Real Madrid resmi mengumumkan bahwa pelatih kepala mereka, Xabi Alonso, telah meninggalkan klub setelah kurang dari delapan bulan menjabat sebagai pelatih tim utama.
Keputusan ini diumumkan usai kekalahan 3–2 Real Madrid dari Barcelona di final Supercopa de España.
Alonso, yang kembali ke Santiago Bernabéu pada 1 Juni 2025 menggantikan Carlo Ancelotti, menyudahi masa jabatannya secara “atas kesepakatan bersama” antara dia dan manajemen klub, menurut pernyataan resmi Real Madrid.
Klub menyatakan penghargaan atas dedikasi Alonso dan menyebutnya sebagai “legenda klub” yang tetap memiliki tempat istimewa di hati para suporter.
Kekalahan dari Barcelona Jadi Momen Penentu Xabi Alonso
Kekalahan Real Madrid dari Barcelona dalam laga Supercopa de España menjadi sorotan utama. Madrid dipaksa menyerah 3–2 oleh rival abadi mereka, di mana performa tim dinilai belum mampu memenuhi standar yang diharapkan musim ini.
Meskipun Alonso membawa tim meraih sejumlah kemenangan penting, termasuk awal musim yang kuat, hasil akhir di turnamen ini dipandang sebagai momen penentu bagi masa depan juru taktik Spanyol tersebut.
Performa dan Tekanan Selama Masa Jabatan
Selama melatih, Alonso sempat membawa Madrid tampil impresif dan bersaing di papan atas LaLiga.
Namun, performa tim kemudian mengalami penurunan di beberapa kompetisi, termasuk kekalahan dari Liverpool di Liga Champions dan kekalahan besar 2–5 di derby melawan Atlético Madrid yang menunjukkan inkonsistensi tim. Performa yang fluktuatif ini menjadi salah satu faktor yang membuat posisi Alonso terus mendapat tekanan.
Baca Juga : Demonstrasi Di Iran Berkahir Ricuh! Ada Apa?
Pengganti Xabi Alonso dan Tantangan Baru
Sebagai pengganti Alonso, Álvaro Arbeloa diumumkan sebagai pelatih baru Real Madrid. Arbeloa sebelumnya melatih tim Castilla (tim cadangan) dan merupakan mantan pemain Real Madrid yang meraih sejumlah gelar bersama klub.
Promosi Arbeloa menunjukkan keputusan klub untuk mencari sosok pelatih yang sudah sangat familier dengan budaya dan struktur internal Madrid.
Real Madrid di Tengah Tekanan LaLiga
Keputusan ini datang saat Real Madrid masih bersaing di LaLiga, berada beberapa poin di belakang Barcelona di puncak klasemen.
Kekalahan dari Barcelona di Supercopa sekaligus menambah tekanan bagi manajemen untuk mengevaluasi arah taktik dan ambisi klub musim ini.
Leave a comment