Home Berita Kejagung Periksa 15 Saksi Kasus Yang Menerat Ketua Ombudsman
BeritaNasional

Kejagung Periksa 15 Saksi Kasus Yang Menerat Ketua Ombudsman

Share
Share

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel yang menyeret Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto. Hingga kini, penyidik telah memeriksa lebih dari 15 saksi untuk mengungkap peran berbagai pihak dalam perkara tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa para saksi yang diperiksa berasal dari berbagai kalangan, baik internal Ombudsman maupun pihak eksternal. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih berlangsung.

Pemeriksaan Libatkan Internal Ombudsman

Menurut Anang, penyidik tidak hanya fokus pada satu pihak, melainkan menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga memiliki kaitan dengan kasus ini. Meski demikian, Kejagung belum merinci identitas para saksi yang telah diperiksa.

Ia menegaskan bahwa proses penyidikan masih berjalan dengan pengumpulan alat bukti tambahan, termasuk dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Dugaan Suap Rp1,5 Miliar

Dalam kasus ini, Hery Susanto telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap sebesar Rp1,5 miliar dari sebuah perusahaan tambang nikel, PT TSHI.

Uang tersebut diduga diberikan agar Hery mengeluarkan surat koreksi melalui Ombudsman kepada Kementerian Kehutanan. Surat tersebut berkaitan dengan perhitungan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang memungkinkan perusahaan menghitung sendiri kewajiban yang harus dibayarkan ke negara.

Kasus Berlangsung Sejak 2013–2025

Perkara ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara dalam rentang waktu 2013 hingga 2025. Penyidik menduga terdapat upaya intervensi terhadap kebijakan pemerintah untuk menguntungkan pihak tertentu.

Kejagung menegaskan bahwa penyidikan masih akan terus berkembang seiring dengan pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti tambahan.

Proses Hukum Terus Berjalan

Sejauh ini, Kejagung masih fokus memperkuat konstruksi perkara sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Pemeriksaan saksi tambahan masih dimungkinkan dilakukan guna mengungkap seluruh alur dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat tinggi lembaga negara serta sektor strategis, yakni pertambangan nikel, yang memiliki nilai ekonomi besar bagi Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

KPK Jelaskan Nama Raffi Ahmad Disebut dalam Kasus Bea Cukai

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kemunculan nama Raffi Ahmad dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Bea dan Cukai. KPK menegaskan...

Usai Terjaring OTT, Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK

Pemuja.com – Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Edison tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026), setelah terjaring...

Related Articles

Jadwal Piala Dunia 2026 Jumat 19 Juni: Korea Selatan Tantang Meksiko dalam Duel Puncak Grup A

Pemuja.com – Piala Dunia 2026 mulai memasuki matchday kedua fase grup pada...

Setelah Truk dan Gedung Viral, Kini Pelatihan Militer KDMP Jadi Perdebatan

Pemuja.com – Sejak diluncurkan, Pelatihan Militer (KDMP) memang tidak pernah sepi dari...

Trump Teken MoU Perdamaian, Babak Baru Hubungan AS-Iran

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi menandatangani memorandum of understanding...

Eksekusi Hotel Sultan Berlangsung Ricuh, Aparat Kewalahan

Pemuja.com – Pelaksanaan eksekusi pengosongan kawasan Hotel Sultan di Blok 15 Gelora...