Home Berita Setelah Pekalongan Terbongkar, Giliran Tulungagung, 18 Orang Terjaring OTT
BeritaKriminalNasional

Setelah Pekalongan Terbongkar, Giliran Tulungagung, 18 Orang Terjaring OTT

Share
OTT KPK, Pejabat Daerah Berguguran
OTT KPK, Pejabat Daerah Berguguran
Share

Pemuja.com – Rentetan operasi tangkap tangan kembali berlanjut. Setelah Fadia Arafiq, Bupati di Pekalongan, terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi pada 3 Maret 2026 di Semarang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing senilai Rp46 miliar, kini gelombang penindakan bergerak ke Tulungagung dengan skala yang lebih besar.

Jika di Pekalongan hanya beberapa pihak, di Tulungagung jumlahnya melonjak. Polanya pun mulai terlihat semakin jelas.

Kronologi OTT Yang Menjerat 18 Orang

Operasi dilakukan pada Jumat malam, 10 April 2026. Tim KPK bergerak di beberapa titik di Tulungagung dan sekitarnya.

Penindakan ini dilakukan setelah penyidik menerima informasi adanya transaksi mencurigakan. Dugaan tersebut berkaitan dengan proyek pemerintah daerah.

Dalam operasi awal, KPK mengamankan 16 orang. Jumlah itu kemudian bertambah menjadi 18 orang dalam proses pengembangan.

Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa transaksi tidak berlangsung dalam satu titik saja.

Dibawa Ke Jakarta Secara Bertahap

Setelah diamankan, para pihak tidak langsung dibawa bersama-sama. KPK membagi proses pemindahan ke Jakarta dalam beberapa tahap.

Bupati Tulungagung menjadi yang pertama diberangkatkan. Setelah itu, beberapa pihak lain menyusul pada siang hari.

Sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta, mereka dikawal ketat hingga tiba di Gedung Merah Putih KPK.

Sementara itu, beberapa orang lainnya masih diperiksa di daerah.

Pejabat Lintas Dinas Ikut Terseret

Dari total 18 orang, tidak hanya kepala daerah yang terlibat. Sejumlah pejabat dari berbagai dinas juga ikut diamankan.

Mereka berasal dari organisasi perangkat daerah, unit teknis, hingga layanan publik. Beberapa di antaranya terkait dengan rumah sakit daerah, Satpol PP, dan bagian kesejahteraan rakyat.

Keterlibatan lintas dinas ini menunjukkan bahwa kasus tidak berdiri sendiri. Ada pola yang melibatkan lebih dari satu sektor.

Uang Tunai Dan Dokumen Disita

Dalam operasi ini, KPK mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee proyek.

Selain itu, dokumen proyek juga disita. Alat komunikasi para pihak ikut diamankan.

Semua barang bukti ini akan digunakan untuk menelusuri aliran dana dan peran masing-masing pihak.

Pola Lama Kembali Terulang

Jika dibandingkan dengan kasus Fadia Arafiq, pola yang muncul tidak jauh berbeda.

Proyek pemerintah kembali menjadi pintu masuk. Setelah itu, muncul dugaan pemberian imbalan dari pihak swasta.

Bedanya, di Tulungagung jumlah pihak yang terlibat lebih banyak. Skalanya juga lebih luas.

Kritik Untuk Retret Pejabat

Rangkaian OTT ini memunculkan pertanyaan baru. Salah satunya terkait efektivitas retret pejabat.

Selama ini, retret sering disebut sebagai ruang penguatan integritas. Di sana, pejabat mendapat pembekalan dan komitmen anti-korupsi.

Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Kasus justru terus muncul dalam waktu berdekatan. Bahkan, kepala daerah yang mengikuti pembinaan tetap terseret perkara serupa.

Hal ini menimbulkan kesan bahwa program tersebut hanya bersifat seremonial. Komitmen disampaikan, tetapi tidak dijalankan.

Jika pola ini terus berulang, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya individu. Sistem pembinaan juga perlu ditinjau ulang.

Publik kini melihat jarak yang jelas. Antara komitmen di atas panggung dan praktik di lapangan. Selama jarak itu masih ada, pertanyaan akan terus muncul. Apakah retret benar-benar membentuk integritas, atau hanya menjadi formalitas sebelum kasus berikutnya terungkap?

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Polisi : Temuan Senjata di Sekolah Jaksel, Adalah Airsoft Gun

Pemuja.com – Polisi mengungkap perkembangan terbaru terkait temuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sejumlah...

Kebakaran Bromo Meluas, 742 Hektare Lahan Terbakar

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Senin (10/8/2026) malam, luas area yang terdampak...

Related Articles

Budi Arie Bicara “Insting Lebih Cepat dari 2029” di Samping Jokowi, Sebuah Blunder atau Sinyal Politik?

Pemuja.com – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menjadi sorotan setelah pernyataannya...

Purbaya Kecewa Data DTSEN Belum Akurat, Padahal Anggaran BPS Hampir Rp7 Triliun

Pemuja.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas Data...

Demo 27 Agustus di DPR, Ini Tuntutan Massa dan Kondisi Jalan Terkini

Pemuja.com – Aksi demonstrasi digelar sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa di depan...

Kedubes AS Peringatkan Warganya Jelang Demo DPR 27 Agustus

Pemuja.com – Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta mengeluarkan peringatan...