Home Berita Trump Bantah Iran dan Oman Akan Amankan Selat Hormuz
BeritaInternasional

Trump Bantah Iran dan Oman Akan Amankan Selat Hormuz

Share
Share

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan yang menyebut Iran dan Oman akan bersama-sama mengendalikan Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan damai terbaru di kawasan Timur Tengah.

Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur perairan internasional dan tidak boleh berada di bawah kendali negara tertentu. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya tensi negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran minyak dunia tersebut.

Bantah Klaim Iran

Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan adanya rancangan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington. Dalam rancangan tersebut disebutkan bahwa Iran bersama Oman akan mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz setelah tercapai kesepakatan damai.

Namun, Trump langsung membantah kabar itu. Ia mengatakan Amerika Serikat tidak akan membiarkan satu negara pun menguasai jalur strategis tersebut. Trump bahkan memperingatkan Oman agar tidak ikut mendukung upaya penguasaan Selat Hormuz.

Selat Hormuz Jadi Titik Krusial

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati wilayah tersebut setiap harinya. Konflik yang berlangsung beberapa bulan terakhir antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat aktivitas pelayaran di kawasan itu terganggu.

Laporan Reuters menyebutkan rancangan kesepakatan damai juga mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran komersial serta pengurangan kehadiran militer Amerika Serikat di sekitar Teluk Persia. Meski demikian, negosiasi disebut masih menemui banyak hambatan, termasuk soal sanksi terhadap Iran dan program nuklir negara tersebut.

Ancaman Trump ke Oman Jadi Sorotan

Pernyataan Trump terhadap Oman turut menuai perhatian internasional. Dalam sebuah rapat kabinet, Trump dikabarkan melontarkan ancaman keras jika Oman dianggap berpihak kepada Iran dalam isu pengendalian Selat Hormuz.

Sementara itu, pihak Iran tetap bersikeras bahwa setiap kesepakatan harus mencakup pencabutan sanksi ekonomi dan pengakuan atas hak nuklir mereka. Hingga kini, belum ada kesepakatan final yang diumumkan secara resmi oleh kedua negara.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Gempa M7,7 Guncang NTT, Peringatan Tsunami Digencarkan

Pemuja.com – Gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang...

Prabowo : Masak TNI-Polri Tak Bisa Usut 1.000 Tambang Ilegal

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut aktivitas pertambangan timah ilegal di...

Related Articles

Korban Banjir Nepal Tembus 788 Orang, Ribuan Masih Hilang

Pemuja.com – Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Nepal terus menelan...

Prabowo Buka dan Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang...

Babak Baru Perang AS-Iran: Perdagangan dan Sistem Keuangan Jadi Medan Pertempuran

Pemuja.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru. Setelah...

Nahkoda Baru PBNU 2026-2031 Terpilih, Gus Kikin

Pemuja.com – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai...