Pemuja.com – Jakarta dan Bogor kembali didera bencana banjir besar setelah hujan lebat mengguyur wilayah Jabodetabek, 7 Juli 2025..
Hujan yang tak kunjung reda memicu genangan air di berbagai titik, terutama di wilayah-wilayah rawan yang berada dekat aliran sungai dan kawasan cekungan.
Banjir Parah di Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa hingga pukul delapan pagi, sebanyak 100 Rukun Tetangga (RT) dan tiga ruas jalan masih tergenang air, dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 150 sentimeter.
Wilayah Cipinang Melayu di Jakarta Timur menjadi salah satu kawasan yang paling parah terdampak, dengan genangan air mencapai ketinggian 1,5 meter.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke posko darurat yang disediakan oleh pemerintah daerah. Di wilayah Jakarta Pusat, genangan setinggi 30 sampai 40 cm mengganggu aktivitas di kawasan Karet Tengsin, sedangkan di Jakarta Barat, kawasan Rawa Buaya dan Kedoya Selatan turut terdampak dengan genangan mencapai 70 cm.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengoperasikan lebih dari 600 pompa stasioner dan ratusan pompa mobile untuk mempercepat proses penyurutan air.
Banjir Juga Menggenang Bogor
Sementara itu di Bogor, situasi tak kalah mengkhawatirkan. Kawasan Puncak mengalami banjir bandang dan longsor yang memutus akses jalan serta merusak puluhan rumah warga.
Kecamatan Megamendung, Cisarua, dan Bojong Koneng menjadi titik-titik kritis, dengan sedikitnya 33 desa terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Laporan sementara menyebutkan bahwa tiga warga meninggal dunia akibat longsor yang terjadi secara tiba-tiba di malam hari.
Tim evakuasi dari BPBD, TNI, serta relawan Mata Garuda telah dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk dan membersihkan jalur yang tertutup material longsor.
Rencana BMKG Mengatasi Cuaca Buruk
Fenomena cuaca ekstrem ini, menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BRIN, dipicu oleh terbentuknya Mesoscale Convective Complex (MCC) yang menyebabkan sistem awan badai sangat aktif di wilayah barat Pulau Jawa.
Keberadaan Squall Line dan pusaran siklonik di Samudra Hindia turut memperparah intensitas hujan. Kombinasi antara hujan lokal yang ekstrem, kiriman air dari wilayah hulu di Bogor, dan pasang air laut di utara Jakarta menciptakan skenario banjir yang nyaris tak terelakkan.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah pusat bersama Pemprov DKI dan Pemkab Bogor merencanakan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai Selasa, 8 Juli 2025.
Operasi ini bertujuan mengurangi intensitas hujan di wilayah hulu dengan cara menyemai awan sebelum mencapai titik kritis.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa penanganan kali ini harus dilakukan lebih cepat dan terintegrasi karena banjir datang dari tiga arah sekaligus.
Leave a comment