Home Berita Waduh!! Beras Premium Ternyata Dioplos?!
BeritaBusinessInternasionalKriminal

Waduh!! Beras Premium Ternyata Dioplos?!

Share
Beras
Share

Pemuja.com – Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh temuan praktik pengoplosan beras premium yang melibatkan sejumlah merek ternama.

Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan dan Bareskrim Polri mengungkap bahwa sebagian besar beras berlabel “premium” ternyata tidak memenuhi standar mutu nasional.

“Saya sampaikan, 212 kami sudah kirim merek yang tidak sesuai standar, mengurangi volume, mutunya tidak sesuai, kami sudah kirim ke Pak Kapolri langsung dan Pak Jaksa Agung langsung. Sekarang ini, pemeriksaan sudah berjalan. Mulai ada 10 perusahaan, yang terbesar itu sudah dipanggil oleh Reskrim Satgas Pangan,” ujar Amran

Bahkan, beberapa di antaranya diduga merupakan hasil pencampuran beras kualitas rendah yang dikemas ulang agar tampak eksklusif.

Merek-Merek Beras Ternama Ikut Terseret

Salah satu grup besar yang terseret dalam kasus ini adalah Wilmar Group, dengan merek-merek seperti Sania, Sovia, Fortune, dan Siip.

Selain itu, merek dari PT Belitang Panen Raya seperti Raja Platinum dan Raja Ultima, serta merek Ayana milik Japfa Group juga ikut diperiksa.

Kerugian Yang Besar Skandal Beras Premium

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa praktik ini merugikan konsumen hingga Rp99 triliun.

Konsumen merasa tertipu karena membayar harga tinggi untuk produk yang tidak sesuai kualitasnya. Label “premium” yang selama ini menjadi jaminan mutu kini dipertanyakan.

Langkah Cepat Ritel Modern

Sejumlah supermarket dan minimarket mulai menarik produk-produk yang diduga terlibat dari rak display. Di Yogya Cirebon Junction, misalnya, beras Sania dan Fortune mulai dibatasi penjualannya dan ditarik dari peredaran sesuai arahan pusat.

Namun, di beberapa lokasi lain, merek-merek tersebut masih dijual bebas, menimbulkan kekhawatiran akan lemahnya pengawasan.

Tindakan Hukum dan Seruan Publik

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memeriksa empat produsen beras terkait kasus dugaan pelanggaran mutu dan takaran.

Keempat produsen itu yakni, Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf membenarkan bahwa pemeriksaan empat produsen tersebut masuk dalam informasi yang disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Amran juga mengatakan, ini kesempatan emas untuk memberantas produsen yang tidak mengikuti ketentuan mengingat stok beras Indonesia yang melimpah. Ia juga meminta produsen beras untuk mengikuti standar kualitas dan mutu beras yang dijualnya.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.900-an, Efek MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks saham Indonesia itu merosot ke level 4.900-an...

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi dan Bencana Jadi Ujian

Pemuja.com – Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalankan pemerintahan. Namun, waktu tersebut juga belum tentu cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan bangsa....

Related Articles

Como Menggila! Bantai Lens 9-1 di Liga Champions

Pemuja.com – Luar biasa! Como 1907 semakin mengguncang sepak bola Eropa. Setelah...

SBY Resah Politik Indonesia Makin Liar, Singgung Konflik Elite

Pemuja.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keresahannya...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah Jadi Senat Muslim Pertama AS

Pemuja.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil...

Jokowi Tunjukkan Ijazah S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Pemuja.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah asli miliknya...