Home Berita Iran Dijatuhi Sanksi Nuklir oleh PBB, Iran Kembali Memanas
BeritaInternasional

Iran Dijatuhi Sanksi Nuklir oleh PBB, Iran Kembali Memanas

Share
Presiden Iran Di PBB
Share

Pemuja.com – Kesepakatan Nuklir Pada tahun 2015, Iran menandatangani kesepakatan nuklir bersejarah bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) bersama lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Prancis, Rusia, China) serta Jerman dan Uni Eropa.

Tujuannya adalah membatasi program nuklir Iran agar tidak mengarah pada pengembangan senjata, dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi dan militer.

Namun, sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump menarik diri dari JCPOA pada 2016, Iran mulai meningkatkan aktivitas nuklirnya.

Ketegangan memuncak setelah serangan udara AS dan Israel pada Juni 2025 menghantam situs nuklir Iran, memicu penangguhan inspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Iran Tidak Berniat Buat Senjata Nuklir
Presiden Iran Di PBB Nyatakan Tidak Berniat Buat Senjata Nuklir

Aktivasi Mekanisme Snapback

Pada 28 Agustus 2025, tiga negara Eropa yaitu Inggris, Prancis, dan Jerman (E3) mengaktifkan mekanisme snapback, yang memungkinkan sanksi PBB diberlakukan kembali jika Iran dianggap melanggar kesepakatan.

Resolusi yang diajukan Rusia dan China untuk menunda sanksi ditolak, sehingga sanksi mulai berlaku pada 28 September, sanksi ini mencakup:

  • Embargo senjata
  • Larangan pengayaan dan pemrosesan ulang uranium
  • Pembekuan aset Iran di luar negeri
  • Larangan Pengembangan Rudal Balistik

Iran Siap Mundur Dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir

Respons Iran Iran mengecam keras keputusan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan tidak bermoral.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengirim surat protes kepada Sekjen PBB, menuduh E3 menyalahgunakan Resolusi 2231 dan gagal memenuhi kewajiban mereka.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya tidak berniat mengembangkan senjata nuklir dan menyebut sanksi sebagai bentuk tekanan politik yang tidak sah.

Parlemen Iran bahkan mempertimbangkan untuk mundur dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) sebagai bentuk perlawanan negaranya.

Dampak Ekonomi dan Keamanan

Sanksi ini memperburuk kondisi ekonomi Iran yang sudah terguncang. Nilai mata uang riil Iran mencapai titik terendah, harga pangan melonjak, dan masyarakat menghadapi kesulitan sehari-hari. Di sisi lain, ketegangan dengan Israel dan AS berpotensi memicu konflik baru di kawasan Asia Barat

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Armada Besar AS Dekati Iran, Trump Sebut Iran Ingin Negosiasi

Pemuja.com – Trump mengumumkan armada besar Angkatan Laut AS, termasuk USS Abraham Lincoln, tiba di Timur Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas...

Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Polemik Ikut Bermunculan

Pemuja.com – Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BOP). Dewan internasional ini diklaim bertujuan mendorong perdamaian dan...

Related Articles

Banjir Bandang Hantam Babakan Madang, Sentul

Pemuja.com – Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman saat musim hujan tiba. Hujan...

Prabowo Akan Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan AS

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto direncanakan akan menandatangani kesepakatan tarif...

Presiden Prabowo Direncanakan Hadiri KTT Board of Peace

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto direncanakan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi...

Kejagung Bongkar Modus Manipulasi Ekspor Sawit

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan korupsi besar dalam kegiatan ekspor...