Home Berita Update Hari ke Empat Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny
BeritaNasionalPendidikan

Update Hari ke Empat Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny

Share
Alat Berat Mulai Diturunkan
Alat Berat Mulai Diturunkan
Share

Pemuja.com – Suasana salat Ashar berjemaah yang khusuk tiba tiba berubah mencekam ketika musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo roboh pada Senin, 29 September 2025. Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan diduga ambruk akibat kegagalan konstruksi, khususnya penopang beton yang tidak kuat menahan beban pengecoran.

Update Jumlah Korban dan Proses Evakuasi

Hingga Kamis, 2 Oktober 2025, tim gabungan melaporkan sedikitnya 5 santri meninggal dunia. Dari sekitar 100 korban, sebagian besar berhasil diselamatkan, dengan puluhan mengalami luka-luka. Namun laporan lain menyebutkan masih ada 30 hingga 38 orang yang diperkirakan tertimbun reruntuhan.

Upaya pencarian semula dilakukan secara manual dengan panggilan suara, alat deteksi gerakan, dan kamera pencari. Tetapi setelah beberapa hari, tidak ada lagi tanda pergerakan maupun sinyal kehidupan yang terdeteksi di balik puing-puing musala.

Keputusan Penggunaan Alat Berat

Kondisi tersebut membuat tim penyelamat harus mengambil langkah baru. Basarnas bersama pemerintah menggelar pertemuan dengan wali santri dan keluarga korban. Dalam suasana penuh haru, pihak keluarga diminta menyetujui penggunaan alat berat untuk mempercepat evakuasi.

Setelah mendengarkan penjelasan dari tim SAR mengenai situasi di lapangan, para wali santri akhirnya mengikhlaskan. Mereka menyetujui crane dan alat berat lainnya digunakan untuk mengangkat puing secara hati-hati.

Alat Berat yang Dikerahkan

Alat berat yang disiapkan meliputi sekitar lima unit crane, 30 ambulans, 300 kantong jenazah, dan 30 dump truck untuk mengangkut reruntuhan. Proses pengangkatan dilakukan perlahan agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban yang masih mungkin berada di dalam.

Duka dan Doa

Tragedi robohnya musala Ponpes Al Khoziny menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan pesantren. Keputusan wali santri untuk merelakan penggunaan alat berat mencerminkan beratnya ujian yang harus mereka jalani.

Kami turut mendoakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.900-an, Efek MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks saham Indonesia itu merosot ke level 4.900-an...

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi dan Bencana Jadi Ujian

Pemuja.com – Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalankan pemerintahan. Namun, waktu tersebut juga belum tentu cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan bangsa....

Related Articles

Como Menggila! Bantai Lens 9-1 di Liga Champions

Pemuja.com – Luar biasa! Como 1907 semakin mengguncang sepak bola Eropa. Setelah...

SBY Resah Politik Indonesia Makin Liar, Singgung Konflik Elite

Pemuja.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keresahannya...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah Jadi Senat Muslim Pertama AS

Pemuja.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil...

Jokowi Tunjukkan Ijazah S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Pemuja.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah asli miliknya...