Home Berita Harga Komoditas Global Turun, APBN Defisit sampai 371,5 Trilliun
BeritaBusinessNasional

Harga Komoditas Global Turun, APBN Defisit sampai 371,5 Trilliun

Share
Menku Bahas Defisit APBN
Share

Pemuja.com – Berita kurang sedap datang dari sektor ekonomi negara, penurunan harga komoditas global sepanjang 2025 menyebabkan penerimaan negara menurun sehingga defisit APBN per 30 September 2025 tercatat Rp371,5 triliun.

Angka tersebut setara dengan 1,56% dari PDB menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2025.

Penyebab utama penurunan penerimaan

Penurunan nilai ekspor komoditas seperti batu bara, minyak dan gas, serta beberapa mineral disebabkan oleh melemahnya permintaan global.

Selain itu koreksi harga komoditas setelah lonjakan sebelumnya juga memberi tekanan langsung pada penerimaan pajak dan PNBP di beberapa sektor.

Dampak fiskal terukur

Realiasi penerimaan negara hingga akhir triwulan III-2025 tercatat lebih rendah dari proyeksi sehingga belanja yang relatif tetap membuat defisit melebar menjadi Rp371,5 triliun. Pemerintah mencatat keseimbangan primer masih positif meskipun tekanan pada kas negara meningkat.

Respons dan kebijakan pemerintah

Pemerintah menyatakan akan menjaga disiplin fiskal sambil menyeimbangkan dukungan terhadap pertumbuhan.

Langkah-langkah yang diutamakan meliputi optimalisasi penerimaan domestik, penyesuaian belanja non-prioritas, dan pembiayaan defisit melalui SBN yang dikelola untuk meminimalkan gangguan pasar keuangan.

“Kita akan ikutin UU yang ada. Itu kan bukan keputusan saya, itu keputusan pemerintah secara keseluruhan,” ujar Purbaya saat menegaskan komitmen menjaga batas defisit APBN sesuai aturan hukum

Risiko Harga Komoditas Yang Terus Melemah

Jika harga komoditas terus melemah, risiko pada neraca perdagangan, cadangan devisa, dan volatilitas nilai tukar akan meningkat.

Defisit Rp371,5 triliun adalah konsekuensi langsung dari faktor eksternal pada sisi penerimaan.

Respon fiskal yang cepat, dan strategi peningkatan nilai tambah domestik diperlukan agar APBN tetap terkendali tanpa mengorbankan pemulihan ekonomi.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Spanyol Juara Piala Dunia 2026!

Pemuja.com – Hari yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola akhirnya menjadi milik Spanyol. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memenuhi New York...

Inggris Sikat Prancis 6-4, Jadi Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Pemuja.com – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. The Three Lions memastikan diri finis di posisi ketiga setelah...

Related Articles

Utang Kopdes Capai Rp240 Triliun, Purbaya Pastikan Cicilan Tepat Waktu

Pemuja.com – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menanggung...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid...

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus 2026

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjadwalkan sidang perdana dua permohonan...