Home Berita Konflik Baru dalam Perang Rusia–Ukraina, Usulan AS Jadi Sorotan
BeritaInternasional

Konflik Baru dalam Perang Rusia–Ukraina, Usulan AS Jadi Sorotan

Share
Rencana Damai AS
Rencana Damai AS
Share

Pemuja.com – 3 tahun sudah perang Rusia–Ukraina sejak dimulai pada Februari 2022. Saat itu, Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina. Serangan terjadi setelah ketegangan panjang sejak Rusia mencaplok Krimea pada 2014.

Invasi ini memicu perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Ribuan warga tewas dan jutaan orang mengungsi. Sejak itu, konflik terus berjalan tanpa solusi yang jelas.

Usulan Damai AS yang Jadi Sumber Ketegangan

Di tengah kebuntuan perang, kini Amerika Serikat menawarkan rencana damai berisi 28 poin. Proposal itu bertujuan menghentikan konflik panjang.

Namun isinya langsung menimbulkan reaksi keras dari Ukraina. Beberapa poin dianggap merugikan dan mengancam kedaulatan negara tersebut.

Isu paling sensitif adalah pembatasan militer Ukraina, status wilayah pendudukan, dan larangan masuk NATO. Ukraina menilai ketiga poin ini terlalu menguntungkan Rusia.

Reaksi Kyiv dan Trump

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersedia berdialog. Namun ia menolak menyerahkan wilayah atau melemahkan posisi militernya.

Sikap ini membuat Donald Trump marah. Ia menuding Ukraina lambat merespons. Trump juga mengancam akan menghentikan dukungan Amerika jika Kyiv tidak menyetujui poin-poin penting dalam rencana damai itu.

Dalam beberapa pernyataan publik, Trump menegaskan bahwa Ukraina harus mengambil keputusan cepat. Menurut dia, penundaan hanya membuat perang semakin panjang.

Kekhawatiran dari Negara Eropa

Sejumlah negara Eropa menyatakan kekhawatiran. Mereka menilai rencana damai harus dibuat bersama Ukraina.

Para pemimpin Eropa menolak ide yang memaksa Kyiv menerima syarat berat. Menurut mereka, perdamaian yang dipaksakan hanya akan menciptakan masalah baru di masa depan.

Dilema Berat bagi Ukraina

Ukraina menghadapi dilema besar. Jika menolak, negara itu berisiko kehilangan dukungan AS. Jika menerima, Ukraina mempertaruhkan kedaulatan dan masa depannya.

Zelenskyy kini berada dalam tekanan politik yang kuat dari berbagai pihak. Situasi di medan perang juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Masa Depan Konflik Masih Gelap

Drama diplomatik antara AS, Rusia, dan Ukraina menunjukkan bahwa perdamaian masih jauh.
Konflik ini tidak hanya soal wilayah, tetapi juga soal pengaruh global dan kepentingan politik negara besar.
Untuk saat ini, perang tampaknya masih akan berlanjut.

Dunia hanya bisa berharap, semoga proses diplomasi dapat menemukan titik temu, sehingga perdamaian tidak hanya terwujud di Ukraina, tetapi juga di berbagai wilayah lain di dunia yang masih dilanda konflik dan gejolak

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Bertemu Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu Raja Charles III di Lancaster House, London, Inggris. Pertemuan tersebut membahas kerja sama lingkungan, dengan...

Dua Korban Pesawat ATR Ditemukan, Pencarian Masih Berlanjut

Pemuja.com – Tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi...

Related Articles

Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir pada acara Pengukuhan dan...

BPJS “Kurang Mampu” Mendadak Tidak Aktif, Kok Bisa?

Pemuja.com – Sejumlah peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) melaporkan...

Pandji Datangi Polda Metro Jaya Terkait Laporan “Mens Rea”

Pemuja.com – Komika Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan klarifikasi Polda Metro Jaya pada...

Prabowo Terima Kunjungan PM Australia di Jakarta

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri...