Home Berita Usai Usik Kolombia, AS Berencana Tangkap Presiden Venezuela
BeritaInternasional

Usai Usik Kolombia, AS Berencana Tangkap Presiden Venezuela

Share
Share

Pemuja.com – Amerika Serikat mengerahkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, ke Laut Karibia pada November 2025, hal ini mengusik negara negara seperti Kolombia dan Venezuela.

Pentagon menyebut langkah ini sebagai bagian dari Operation Southern Spear, sebuah kampanye untuk memberantas perdagangan narkoba di kawasan.

Washington menuduh kartel Venezuela, termasuk Cartel de los Soles, terlibat dalam penyelundupan kokain berskala besar.

Bahkan, AS berencana memasukkan kartel tersebut ke dalam daftar organisasi teroris, yang bisa menjadi dalih resmi untuk intervensi militer.

Namun, di balik alasan resmi itu, analis menilai pengerahan kapal induk dan 15.000 tentara AS adalah sinyal politik untuk menyingkirkan Nicolás Maduro, yang dianggap Washington tidak sah sebagai presiden.

Korban dalam Operasi AS

Operasi ini bukan sekadar pamer kekuatan. Pada Oktober 2025, Angkatan Laut AS menyerang sebuah kapal yang diduga dioperasikan geng penyelundup narkoba asal Venezuela, Tren de Aragua.

Serangan itu menewaskan enam orang yang disebut AS sebagai “teroris narkotika”. Insiden ini memperlihatkan bahwa operasi Karibia sudah menimbulkan korban jiwa, meski bukan dari bentrokan langsung dengan militer negara tersebut.

Presiden Venezuela siapkan pasukan pertahanan

Mengapa AS Mengusik Venezuela?

Ketegangan bermula dari tuduhan lama bahwa Maduro melindungi kartel narkoba dan menggunakan perdagangan narkotika untuk menopang kekuasaannya.

Dengan hubungan Venezuela–Kolombia yang juga memanas, AS melihat kesempatan untuk menekan Maduro melalui dalih perang narkoba sekaligus memperkuat pengaruhnya di kawasan.

Presiden Venezuela : AS Punya Motif Lain

Operasi Amerika di Laut Karibia berawal dari tuduhan narkotika, tetapi berkembang menjadi strategi politik untuk menekan Nicolás Maduro.

Selain tuduhan narkotika, Venezuela dianggap penting karena cadangan minyak dan gas yang sangat besar. Presiden Maduro sendiri menuduh AS menggunakan dalih narkoba untuk menutupi ambisi energi.

Ia menyebut kehadiran kapal perang AS di Karibia sebagai “tipu muslihat” demi menguasai sumber daya alam negaranya.

Sudah ada korban jiwa dari serangan kapal AS terhadap penyelundup, dan pengerahan kapal induk serta ribuan tentara memperlihatkan bahwa Washington serius mempertimbangkan opsi ekstrem, termasuk penangkapan presiden Venezuela.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prediksi Kanada VS Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Incar Start Sempurna

Pemuja.com – Setelah pertandingan pertama Grup A Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan Meksiko dan Korea Selatan, persaingan berlanjut ke Grup B. Dini...

Nasib AJB Bumiputera Masih Menggantung, Ribuan Nasabah Masih Menanti Haknya

Pemuja.com – Asuransi sejak lama menjadi salah satu instrumen perlindungan keuangan yang banyak diminati masyarakat. Melalui asuransi, seseorang dapat memperoleh perlindungan terhadap risiko...

Related Articles

Suap Demo Istana: Lima Pengurus BEM UBK Terancam Nilai E

Pemuja.com – Dunia kampus Universitas Bung Karno (UBK) diguncang skandal besar. Lima...

Belum Jadi, Jembatan Gantung Darurat Gunungputri Longsor

Pemuja.com – Sebuah jembatan gantung yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah...

Prediksi Piala Dunia 2026 Rabu 24 Juni: Pertandingan Inggris dan Portugal Dinanti

Pemuja.com – Persaingan Piala Dunia 2026 semakin menarik setelah sejumlah tim unggulan...

Prediksi 4 Laga Piala Dunia 23 Juni 2026, Argentina dan Perancis Paling Dinanti

Pemuja.com – Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 kembali berlanjut pada Selasa...