Home Berita Krisis Stok Usai, SPBU Vivo Kembali Jual BBM Lewat Pasokan Pertamina
BeritaInspirationNasionalOtomotif

Krisis Stok Usai, SPBU Vivo Kembali Jual BBM Lewat Pasokan Pertamina

Share
Vivo Kembali Jual BBM
Vivo Kembali Jual BBM
Share

Pemuja.com – SPBU Vivo akhirnya kembali menjual BBM setelah mengalami kekosongan pasokan yang cukup panjang. Publik telah lama bertanya kapan Revvo 92 kembali tersedia, dan kini pasokan 100.000 barel dari Pertamina mengakhiri masa kekosongan tersebut.

Sejak Kapan Terjadi Kelangkaan

Kelangkaan BBM di SPBU Vivo mulai terasa sejak beberapa bulan lalu ketika kuota impor untuk badan usaha swasta diperketat.

Vivo yang selama ini bergantung pada pasokan impor menjadi yang paling terdampak. Beberapa SPBU bahkan sempat menghentikan penjualan RON 92 karena stok tidak mencukupi.

Kondisi kritis ini membuat Vivo menjadi satu-satunya SPBU swasta yang mengambil langkah membeli BBM dari Pertamina.

Mengapa Hanya Vivo

Keputusan ini memunculkan pertanyaan publik. Bila tujuannya menjaga ketersediaan BBM non-subsidi, mengapa hanya Vivo yang mendapat akses pasokan dari Pertamina? Beberapa pengamat melihat beberapa faktor yang membuat kondisinya berbeda.

  1. Vivo mengalami kekosongan stok paling parah, sementara Shell dan BP masih memiliki pasokan global yang lebih stabil.
  2. Shell dan BP menggunakan standar suplai internasional sehingga tidak fleksibel mengganti pasokan dengan BBM lokal.
  3. Struktur harga SPBU besar lebih sensitif. Mengambil BBM dari Pertamina berpotensi mengganggu posisi premium dan margin mereka.
  4. Pengetatan impor lebih berat dirasakan pemain kecil seperti Vivo dibanding pemain besar yang memiliki fleksibilitas suplai.
  5. Proses B2B dengan Pertamina membutuhkan administrasi ketat. Hanya Vivo yang berada dalam kondisi mendesak sehingga bersedia melalui seluruh prosedur tersebut.

Kebijakan Energi Pemerintah

Di balik pulihnya pasokan di SPBU Vivo, sejumlah kritik muncul mengenai arah kebijakan energi pemerintah. Pengetatan impor tanpa memberikan transisi atau alternatif yang jelas membuat SPBU swasta semakin terjepit.

Ketika impor dibatasi, pelaku swasta kecil kehilangan sumber suplai dan terpaksa bergantung pada Pertamina yang menjadi pemain dominan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perkembangan pasar BBM bisa menjadi semakin tidak seimbang. Jika SPBU swasta terus kesulitan mendapatkan pasokan, persaingan sehat di sektor hilir akan melemah.

Energi Alternatif

Dalam kondisi pasar yang semakin berat bagi pelaku swasta, muncul harapan agar energi alternatif dapat menemukan ruangnya.

Semoga energi baru seperti Bobibos bisa mendapat tempat dan mampu lolos sebagai alternatif murah BBM, sehingga masyarakat memiliki pilihan energi yang lebih beragam dan terjangkau.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Materi Pencegahan LGBTQ Segera Masuk Pelajaran Agama

Pemuja.com – Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan materi edukasi pencegahan penyebaran budaya LGBTQ rampung pada Agustus 2026. Materi tersebut akan dimasukkan ke dalam pelajaran...

DPR Minta Audit Nasional Usai Korupsi Pakan Satwa KBS

Pemuja.com – Dugaan korupsi anggaran pakan dan perawatan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) mendapat perhatian DPR RI. Komisi IV DPR meminta pemerintah...

Related Articles

Gempa M7,7 Guncang NTT, Peringatan Tsunami Digencarkan

Pemuja.com – Gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar Mbay,...

Prabowo : Masak TNI-Polri Tak Bisa Usut 1.000 Tambang Ilegal

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan...

Musim Kemarau Memuncak, Karhutla Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia

Pemuja.com – Memasuki puncak musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali...

Viral Challenge Ayat Suci Berhadiah Miras, Polisi Tangkap 2 Orang

Pemuja.com – Kasus dugaan penistaan agama dalam acara The Sounds Project di...