Home Berita Satelit Ungkap Deforestasi Sumut, Narasi Bobby Dipertanyakan
BeritaNasional

Satelit Ungkap Deforestasi Sumut, Narasi Bobby Dipertanyakan

Share
Deforestasi Sumut
Deforestasi Sumut
Share

Pemuja.com – Akhir tahun 2025 kembali ditandai meningkatnya banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera, terutama di Sumatera Utara.

Gelombang bencana yang datang berulang ini kemudian dikaitkan dengan data satelit terbaru. Data itu memperlihatkan hilangnya hutan dalam skala besar selama hampir satu dekade.

Temuan tersebut langsung memicu perdebatan. Terutama setelah Gubernur Sumut Bobby Nasution menyebut penyebab utama bencana adalah faktor hidrometeorologi.

Pernyataan ini dianggap terlalu menyederhanakan persoalan yang jauh lebih kompleks.

Citra Satelit Perlihatkan Deforestasi Masif

Data satelit 2016–2025 menunjukkan pola deforestasi yang tidak lagi bisa diabaikan. Tutupan hutan menurun drastis di berbagai titik, termasuk daerah yang selama ini berfungsi sebagai penyangga ekologis.

Kawasan yang dulu hijau kini bergeser menjadi area terbuka. Bahkan beberapa titik berdekatan dengan konsesi industri yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Hilangnya pepohonan membuat daerah tersebut kehilangan daya serap air dan stabilitas tanah.

WALHI: Bantah Penjelasan Bobby

Pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution yang menyebut bencana disebabkan hujan ekstrem dibantah keras oleh WALHI. Mereka menilai narasi itu hanya melihat permukaan, tanpa menyentuh akar persoalan.

Menurut WALHI, cuaca ekstrem memang faktor pemicu. Tetapi dampaknya menjadi fatal karena kondisi ekologis Sumatera Utara sudah melemah bertahun-tahun. Hilangnya hutan membuat curah hujan yang dulu masih bisa ditahan kini berubah menjadi banjir bandang.

WALHI juga menilai pernyataan gubernur berpotensi menyesatkan publik karena seakan menempatkan bencana sebagai fenomena alam semata. Padahal catatan satelit menunjukkan keterlibatan aktivitas manusia yang tidak kecil.

Kerusakan Bukan Proses Alamiah

Aktivitas industri, ekspansi lahan, dan lemahnya pengawasan disebut sebagai penyebab kerusakan terbesar. WALHI mengingatkan bahwa deforestasi di Sumut bukan terjadi tiba-tiba. Ia adalah hasil dari pola izin yang tidak pernah benar-benar dievaluasi.

Ketika pemerintah daerah hanya menyoroti hujan ekstrem, mereka menutup mata pada proses panjang yang membuat bencana tidak terhindarkan. WALHI menegaskan bahwa solusi tidak akan muncul jika penyebab utama justru diabaikan.

Desakan Evaluasi Izin dan Tindakan Serius

WALHI meminta evaluasi izin industri di kawasan rawan. Penegakan hukum harus tegas, terutama pada aktivitas yang terbukti membuka hutan di luar ketentuan.

Mereka juga meminta pemerintah daerah lebih jujur melihat persoalan ekologis. Tanpa itu, Sumatera Utara hanya akan berpindah dari satu bencana ke bencana berikutnya.

Dengan citra satelit yang menunjukkan deforestasi jelas, dan dengan dampak bencana yang terus berulang, publik mulai bertanya-tanya. Mengapa penjelasan resmi justru hanya berputar pada faktor cuaca?

Apa yang sebenarnya sedang terjadi di Sumut? Dan terakhir, mengapa informasi mengenai kerusakan hutan terkesan ditutupi oleh Bobby Nasution?

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintah

Pemuja.com – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi pada pagi ini, Jumat 12 Juni 2026, di kawasan...

Prediksi Korea Selatan vs Republik Ceko, Siapa Lebih Kuat?

Pemuja.com – Pertandingan menarik akan tersaji pada laga Kedua Grup A Piala Dunia 2026 saat Korea Selatan menghadapi Ceko, Jumat 12 Juni 2026...

Related Articles

Prediksi 4 Laga Piala Dunia 23 Juni 2026, Argentina dan Perancis Paling Dinanti

Pemuja.com – Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 kembali berlanjut pada Selasa...

HUT ke-499 Jakarta, Naik Transportasi Umum Cuma Rp1 Hari Ini

Pemuja.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan tarif spesial Rp1 untuk layanan...

Banggar DPR Setujui Pagu 7 Kemenko RAPBN 2027

Pemuja.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui pagu anggaran tujuh kementerian...

PLN Sebut Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Pulih

Pemuja.com – PT PLN (Persero) menyatakan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa...