Home Berita Kemenkeu Hentikan Insentif Bea Masuk 0% untuk Mobil Listrik
BeritaNasional

Kemenkeu Hentikan Insentif Bea Masuk 0% untuk Mobil Listrik

Share
Insentif 0% mobil listrik dicabut
Share

Pemuja.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi mencabut fasilitas tarif bea masuk nol persen untuk atau Insentif 0% impor kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan PMK No.62 Tahun 2025, yang menetapkan klasifikasi barang dan tarif bea masuk atas barang impor.

Dalam kebijakan tersebut disebutkan bahwa insentif 0% untuk impor mobil listrik hanya berlaku sampai 31 Desember 2025.

Rincian peraturan pencabutan Insentif 0

Perubahan ini muncul setelah periode pemberian insentif yang dimaksudkan untuk mendorong adopsi teknologi dan pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri.

PMK No.62/2025 menegaskan bahwa pembebasan bea masuk diberikan kepada pelaku usaha yang memenuhi persyaratan investasi.

Invesai tersebut harus sesuai aturan Kementerian Investasi atau BKPM, namun ketentuan itu bersifat sementara dan berakhir pada akhir 2025.

Insentif 0% dicabut untuk impor mobil listrik

Dampak pada industri otomotif dan konsumen

Pencabutan fasilitas beberapa kemungkinan berdampak pada harga impor mobil listrik, margin importir, dan strategi produsen yang mengandalkan komponen impor.

Untuk konsumen, harga jual kendaraan listrik impor berpotensi naik jika bea masuk kembali diberlakukan pada tarif normal. Sehingga daya tarik harga relatif terhadap kendaraan konvensional bisa menurun.

Reaksi dan dinamika pasar

Beberapa pelaku industri menyatakan kebijakan sementara ini membantu percepatan transfer teknologi dan investasi awal.

Sementara itu, pihak lain mengingatkan perlunya kebijakan lanjutan yang mendukung lokalisasi komponen dan insentif non-tarif

Pemerintah diperkirakan akan menimbang kombinasi kebijakan untuk menjaga momentum pengembangan ekosistem kendaraan listrik tanpa menimbulkan distorsi pasar jangka panjang.

Kebijakan ini menandai titik balik dalam strategi fiskal terkait kendaraan listrik: dari stimulus impor jangka pendek menuju fokus pada penguatan kapasitas industri domestik.

Untuk perkembangan lebih lanjut dan teks lengkap PMK, pantau pengumuman resmi Kemenkeu dan peraturan terkait

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Antara Janji, Capaian, dan Suara Rakyat

Pemuja.com – Esok, Tanggal 20 Oktober menandai dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian...

IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.900-an, Efek MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks saham Indonesia itu merosot ke level 4.900-an...

Related Articles

Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan 20.980 Prajurit ke Jakarta

Pemuja.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya mengungkap alasan pengerahan 20.980...

Como Menggila! Bantai Lens 9-1 di Liga Champions

Pemuja.com – Luar biasa! Como 1907 semakin mengguncang sepak bola Eropa. Setelah...

SBY Resah Politik Indonesia Makin Liar, Singgung Konflik Elite

Pemuja.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keresahannya...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah Jadi Senat Muslim Pertama AS

Pemuja.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil...