Pemuja.com – SEA Games 2025 memasuki fase penentuan. Peta persaingan klasemen medali semakin jelas, dengan Thailand terus melaju sendirian di puncak, sementara Indonesia menjaga posisi kedua di tengah upaya mengejar target emas yang sejak awal dipasang cukup tinggi.
Dominasi Tuan Rumah
Keunggulan Thailand sebagai tuan rumah kian mencolok memasuki hari-hari akhir pertandingan. Distribusi emas yang merata di hampir semua cabang membuat jarak dengan pesaing utama sulit dipangkas.
Situasi ini membuat persaingan papan atas praktis mengerucut. Fokus utama Indonesia kini bukan lagi mengejar puncak, melainkan mengamankan posisi kedua dari tekanan Vietnam.

Klasemen Medali Sementara SEA Games 2025
Hingga Kamis pagi, 18 Desember 2025, klasemen perolehan medali sementara menunjukkan posisi Indonesia masih stabil di peringkat kedua.
Peringkat | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total
1 | Thailand | 184 | 120 | 80 | 384
2 | Indonesia | 72 | 85 | 93 | 250
3 | Vietnam | 64 | 68 | 94 | 226
4 | Singapura | 46 | 42 | 63 | 151
5 | Malaysia | 41 | 45 | 106 | 192
6 | Filipina | 38 | 55 | 120 | 213
7 | Myanmar | 3 | 19 | 33 | 55
8 | Laos | 2 | 9 | 21 | 32
9 | Brunei Darussalam | 1 | 3 | 4 | 8
10 | Timor Leste | 0 | 0 | 3 | 3
Catatan: data masih bersifat sementara dan dapat berubah hingga seluruh pertandingan selesai.

Emas Indonesia Datang dari Cabang Konsisten
Tambahan emas Indonesia dalam beberapa hari terakhir datang dari cabang yang relatif konsisten sejak awal SEA Games. Atletik memberikan kontribusi penting melalui nomor gabungan, sementara pencak silat tetap menjadi tumpuan utama dalam menjaga aliran emas.
Dayung kembali menyumbang emas, diikuti panahan yang tampil stabil hingga final. Cabang-cabang ini menjaga jarak Indonesia dari kejaran Vietnam.

Target Nyaris Tercapai
Dengan 72 emas di tangan, Indonesia semakin dekat dengan target yang dipasang sebelum keberangkatan. Namun waktu yang tersisa semakin sempit, sementara tekanan pertandingan justru meningkat.
Pertanyaannya bukan hanya soal tercapai atau tidaknya target, tetapi juga konsistensi performa di saat kelelahan fisik dan mental atlet berada di titik tertinggi.
Ketika Sorak Olahraga Berbagi Ruang dengan Duka
Menjelang penutupan SEA Games 2025, perhatian masyarakat tak sepenuhnya tertuju pada arena pertandingan.
Serangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera membuat sorak kemenangan olahraga berbagi ruang dengan kabar duka dan keprihatinan.
Dalam situasi ini, prestasi atlet tetap layak diapresiasi, namun empati publik juga tertambat pada mereka yang terdampak bencana. SEA Games seolah berjalan dalam senyap, tak sehiruk-pikuk edisi-edisi sebelumnya.
Asa di Tengah Catatan Akhir
SEA Games 2025 akan segera usai, meninggalkan catatan tentang target, posisi klasemen, dan evaluasi besar. Harapannya, olahraga nasional terus bergerak maju, terutama di cabang-cabang favorit yang selama ini menjadi kebanggaan negeri ini.
Prestasi boleh dicatat, medali boleh dihitung. Namun yang lebih penting, pembinaan berkelanjutan dan perhatian publik pada olahraga tak boleh ikut meredup, bahkan ketika negeri ini sedang diuji oleh bencana.
Leave a comment