Pemuja.com – Sejak 3 Januari 2026, pasukan khusus AS menangkap Presiden Nicolás Maduro dan Washington menyatakan akan mengelola Venezuela sementara untuk memastikan transisi yang aman; operasi itu memicu kecaman internasional dan ketidakpastian politik di dalam negeri.
Amerika Serikat mengambil alih sementara Venezuela
Operasi militer yang dilancarkan pada dini hari 3 Januari 2026 melibatkan serangan udara dan pasukan khusus yang memasuki wilayah Caracas.
Operasi militer kejutan tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan beberapa pejabat rezimnya.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi tersebut menarget jaringan yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba.
Jaringan tersebut ancaman terhadap keamanan regional, dan Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mengambil peran pengelolaan sementara untuk memastikan proses transisi yang aman dan mencegah kekosongan kekuasaan.
Langkah ini menandai intervensi langsung yang jarang terjadi dalam sejarah modern Amerika Latin dan segera menjadi fokus perdebatan internasional.
Klaim persaingan kepemimpinan di dalam negeri
Di dalam negeri Venezuela, klaim kepemimpinan menjadi terfragmentasi setelah penangkapan. Wakil Presiden Venezuela menegaskan bahwa Maduro tetap presiden sah, menolak legitimasi intervensi asing.
Sementara kubu oposisi menunjuk tokoh oposisi Edmundo González sebagai presiden sah menurut klaim mereka, menciptakan situasi di mana ada klaim kepemimpinan yang saling bertentangan dan memperdalam ketidakpastian politik.
Reaksi publik beragam, sebagian warga berharap intervensi asing dapat membuka jalan bagi stabilitas ekonomi dan pemulihan layanan dasar.
Sementara itu, pendukung rezim melihat tindakan itu sebagai pelanggaran kedaulatan yang dapat memicu resistensi bersenjata dan protes massal.
Reaksi internasional dan implikasi geopolitik
Respon komunitas internasional cepat dan beragam. Negara-negara di kawasan Amerika Latin sebagian besar mengutuk tindakan yang dianggap sebagai bentuk intervensi.
Sedangkan kekuatan global seperti Rusia dan Tiongkok diperkirakan akan mengecam keras dan menuntut perlindungan hukum bagi pejabat yang ditangkap, meningkatkan risiko ketegangan geopolitik yang lebih luas.
Sekutu AS menuntut penjelasan dan jaminan bahwa langkah ini akan mengarah pada proses demokratis yang kredibel.
Sementara organisasi internasional menyoroti kebutuhan untuk mekanisme pengawasan dan akuntabilitas selama masa transisi.
Tantangan transisi dan prospek ke depan
Transisi yang stabil bergantung pada kemampuan aktor-aktor Venezuela untuk mencapai kesepakatan inklusif, dukungan internasional yang kredibel, dan jaminan keamanan bagi warga sipil.
Risiko utama meliputi legitimasi pemerintahan sementara, potensi konflik bersenjata dari pendukung rezim lama, dan dampak ekonomi terhadap produksi minyak global.
Dunia kini menunggu langkah-langkah diplomatik berikutnya dari PBB dan blok regional untuk menentukan apakah proses ini akan diarahkan melalui mekanisme politik yang diakui internasional atau terus didominasi oleh tekanan militer dan geopolitik.
Leave a comment