Home Berita Trump Tegaskan Warga AS Untuk “Keluar Sekarang” dari Iran
BeritaInternasional

Trump Tegaskan Warga AS Untuk “Keluar Sekarang” dari Iran

Share
Share

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan resmi kepada warga negaranya di Iran untuk segera meninggalkan negara itu menyusul meningkatnya ketegangan politik dan keamanan.

Pernyataan itu langsung dikeluarkan setelah demonstrasi besar-besaran yang telah berubah menjadi krisis nasional.

Dengan potensi kekerasan yang terus meningkat dan pembatasan pemerintah Iran terhadap kebebasan bergerak serta komunikasi.

“Saat ini situasi di Iran sangat berbahaya dan dapat berubah tanpa peringatan.” bunyi peringatan disiarkan 12 Januari 2026 oleh Virtual Embassy AS di Iran.

“Protes di seluruh negeri sedang meningkat dan mungkin berubah menjadi kekerasan, termasuk kemungkinan penangkapan, cedera, dan gangguan parah terhadap kehidupan sehari-hari.”

Peringatan itu menambahkan bahwa warga AS harus memiliki rencana keluar yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah Amerika.

Sementara, banyak penerbangan komersial dibatalkan dan akses komunikasi dibatasi oleh otoritas setempat.

“Keluar Iran Sekarang” Instruksi yang Tegas Dari AS

Dalam arahan tersebut, pemerintah AS menegaskan, “Tinggalkan Iran sekarang. Miliki rencana untuk meninggalkan Iran yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah AS.

Warga juga disarankan mempertimbangkan jalur darat melalui Armenia atau Turki jika aman dilakukan.

Peringatan itu juga memperingatkan warga AS Iran yang memiliki status kewarganegaraan ganda bahwa Iran tidak mengakui kewarganegaraan lain selain sebagai warga negaranya, sehingga mereka hanya akan diperlakukan sebagai warga Iran jika ditahan.

Baca Juga : DEMONSTRASI IRAN BERAKHIR RICUH LEBIH DARI 500 ORANG TEWAS

Ketegangan yang Meningkat Di Iran Khawatirkan AS

Imbauan tersebut datang di tengah gelombang protes yang telah berlangsung beberapa pekan di Iran, yang awalnya dipicu oleh kemerosotan ekonomi dan anjloknya nilai mata uang rial.

Aksi turun ke jalan itu berkembang menjadi tuntutan reformasi politik besar-besaran dan sering berujung bentrokan dengan pasukan keamanan.

Lembaga pemantau HAM melaporkan ratusan korban tewas dan ribuan ditangkap sejak akhir Desember 2025.

Trump sendiri telah mengeluarkan sejumlah pernyataan keras selama beberapa pekan terakhir terkait konflik ini.

Pada 10 Januari, ia menyatakan bahwa AS “siap membantu” rakyat Iran dan tidak akan ragu menindak tegas jika pemerintah Iran melakukan kekerasan terhadap para demonstran damai.

“Iran sedang menyongsong kebebasan… AS siap membantu,” ujar Trump melalui unggahannya di media sosial Truth Social.

Meski membuka peluang diplomasi, termasuk negosiasi program nuklir, pernyataan Trump tetap menunjukkan tekanan keras yang dibalut upaya dialog.

Kerusuhan Pasca Demo Ricuh Di Iran

Peringatan Global dan Dampak Regional

Amerika Serikat bukan satu-satunya negara yang mengeluarkan imbauan untuk warganya. Australia sudah lebih dulu menyerukan warganya meninggalkan Iran pada 7 Januari 2026 karena kekerasan yang terus berlangsung dan berisiko.

Reaksi Iran terhadap tekanan internasional sangat keras. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa jika Amerika Serikat melakukan serangan atau campur tangan militer, Iran akan memberikan “pelajaran yang tak terlupakan” kepada Washington.

Iran Di Tengah Ketidakpastian

Ancaman saling balas ujar dan kekerasan yang meningkat membuat ancaman konflik langsung kian nyata. Dengan lebih dari 500 orang dilaporkan tewas dalam protes dan lebih dari 10.000 orang ditangkap. Krisis Iran telah berubah menjadi salah satu tantangan geopolitik terbesar di awal 2026.

Bagi warga Amerika di Iran, peringatan Trump bukan sekadar himbauan diplomatik biasa, tetapi alarm besar bahwa situasi bisa berubah menjadi lebih berbahaya kapan saja.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Kejagung Periksa 15 Saksi Kasus Yang Menerat Ketua Ombudsman

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel yang menyeret Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto. Hingga kini,...

Gencatan Senjata Israel Dengan Lebanon Diperpanjang 3 Minggu

Pemuja.com – Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi diperpanjang selama tiga minggu setelah sebelumnya hanya berlaku selama 10 hari. Keputusan ini diumumkan...

Related Articles

Markas Judi Online Internasional Digerebek di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan

Pemuja.com – Sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, ternyata menjadi...

Waspada Hantavirus, Dunia Soroti Dugaan Mutasi Virus di Kapal Pesiar

Pemuja.com – Dunia internasional tengah menyoroti wabah hantavirus yang muncul di kapal...

Konflik Baru dalam Perang Rusia–Ukraina, Usulan AS Jadi Sorotan

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Rusia dan Ukraina sepakat...

Tragedi Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel, 16 Orang Tewas

Pemuja.com – Kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk...