Home Berita Armada Besar AS Dekati Iran, Trump Sebut Iran Ingin Negosiasi
BeritaInternasional

Armada Besar AS Dekati Iran, Trump Sebut Iran Ingin Negosiasi

Share
Share

Pemuja.com – Trump mengumumkan armada besar Angkatan Laut AS, termasuk USS Abraham Lincoln, tiba di Timur Tengah.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Iran, menegaskan kesiapan militer Washington menghadapi situasi.

Trump menyebutkan bahwa meskipun posisi militer diperkuat, pintu diplomasi tetap terbuka karena menurutnya Teheran telah beberapa kali menunjukkan keinginan berdialog dengan Washington.

Kehadiran Armada sebagai Tekanan Strategis

Kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal pendukung dikerahkan ke kawasan di bawah komando Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM).

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan akibat kekerasan di dalam Iran, termasuk gelombang protes besar yang terjadi sejak akhir Desember 2025. Kondisi itu telah memicu kekhawatiran bahwa situasi dapat bereskalasi menjadi konflik lebih besar.

Trump sendiri menggambarkan armada ini sebagai “armada besar” yang dikerahkan untuk memantau situasi, sekaligus memberikan opsi militer yang tersedia jika diperlukan.

Menurut Trump, meski opsi militer tetap ada, ia yakin Iran ingin mengadakan perundingan dan mencapai kesepakatan. “Mereka sudah menelepon beberapa kali dan ingin berbicara,” ujar Trump dalam wawancara terbaru.

Klaim Trump soal Iran yang Ingin Berdialog

Pernyataan Trump bahwa Iran “telah menelepon beberapa kali” dan ingin berbicara mencerminkan keinginannya untuk menggabungkan tekanan militer dengan peluang diplomasi.

Meski demikian, detail tentang siapa pejabat Iran mana yang menghubungi, atau dalam konteks apa tidak diperinci oleh Trump dalam wawancaranya.

Beberapa laporan internasional yang lain juga menyebutkan Trump merasa situasi “sedang in flux” (dalam perubahan dinamis).

In flux dalam hal ini berarti status hubungan AS dengan Iran belum pasti dan bisa berubah tergantung aksi pihak kedua.

Armada Datang : Respon Iran dan Ancaman Balasan

Sementara Trump menyuarakan kemungkinan dialog, pejabat Iran dan milisi yang didukungnya justru memperlihatkan sikap keras terhadap kehadiran armada AS.

Kelompok milisi di Irak dan Yaman telah memperingatkan potensi serangan baru menyusul kedatangan kapal induk tersebut

Mereka sudah memprediksi serta menyuarakan kesiapan Iran dan sekutunya untuk perlawanan jika terjadi konfrontasi nyata.

Media dan pejabat Iran menyebut kapal perang AS sebagai “pamer kekuatan” dan siap merespons tegas jika ada agresi.

Konteks Lebih Luas Ketegangan AS–Iran

Kedatangan armada militer AS menandai puncak ketegangan beberapa pekan terakhir, dipicu konflik internal Iran dan kekhawatiran Washington atas represi demonstrasi. Meski sempat mempertimbangkan opsi militer, belum ada bukti dialog resmi selain klaim Trump.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini

Pemuja.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadwalkan pelimpahan tersangka Don Ritto (DR) beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung),...

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pemuja.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah,...

Related Articles

Nadiem Jalani Sidang Perdana Banding Kasus Chromebook

Pemuja.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim,...

112 Korban Serangan Israel Dimakamkan Massal di Gaza

Pemuja.com – Ribuan warga Palestina memadati kawasan Sabra, Kota Gaza, untuk mengikuti...

PM Thailand Kunjungi Indonesia, Prabowo Terima Baret Merah

Pemuja.com – Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan kenegaraan ke...

Kejagung: Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Akan Diungkap

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan identitas pemilik emas batangan seberat 74...