Pemuja.com – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa 23 personel Korps Marinir TNI AL terdampak dan menjadi korban dalam bencana longsor dahsyat di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut, menyebabkan pergerakan tanah di kawasan perbukitan.
Empat Personel Ditemukan Meninggal Dunia
KSAL menyebut, dari 23 personel Marinir terdampak, empat orang ditemukan meninggal dunia, sementara 19 lainnya masih dalam pencarian.
Baca Juga : 25 Jenazah Korban Longsor Dahsyat Cisarua Berhasil Di Evakuasi
“Saat ini baru empat yang ditemukan, sisanya masih terus dicari oleh tim SAR gabungan,” ujar KSAL kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan.
Korban Tengah Menjalani Kegiatan Latihan di Cisarua
Menurut penjelasan KSAL, para personel Marinir tersebut berada di lokasi dalam rangka kegiatan latihan sebagai persiapan penugasan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi diduga kuat menjadi faktor utama terjadinya longsor yang menimbun area lokasi latihan.

Operasi SAR Cisarua Diperkuat Alat Berat dan Drone
Untuk mempercepat proses pencarian, TNI AL bersama Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan relawan mengerahkan alat berat, drone pemantau udara, serta personel tambahan.
Namun, proses evakuasi masih menghadapi kendala akibat kondisi tanah yang labil dan potensi longsor susulan.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Penetapan ini bertujuan untuk mempercepat penanganan korban serta pemulihan wilayah terdampak.
Tim SAR gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk menemukan seluruh korban, baik dari unsur TNI maupun warga sipil.
Leave a comment