Home Berita Tuduh Penjual Es Kue Pakai Bahan Spons, Aparat Minta Maaf
BeritaNasional

Tuduh Penjual Es Kue Pakai Bahan Spons, Aparat Minta Maaf

Share
Aparat Minta maaf
Share

Pemuja.com – Kasus penudingan penjual es kue jadul di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang diduga menggunakan bahan spons akhirnya berujung pada permintaan maaf dari aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Insiden tersebut sebelumnya viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat.

Awal Mula Kasus Penuduhan

Peristiwa ini bermula ketika sebuah video memperlihatkan aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendatangi seorang pedagang es kue jadul bernama Sudrajat. Dalam video tersebut, aparat menyampaikan dugaan bahwa es yang dijual terbuat dari bahan spons atau busa yang dinilai berbahaya bagi kesehatan.

Menanggapi hal itu, Aiptu Ikhwan Mulyadi menjelaskan bahwa tindakan awal mereka dilakukan karena adanya laporan warga.

“Kami ingin menjelaskan bahwa tindakan awal kami merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka,” ujar Ikhwan.

Namun, dugaan tersebut disampaikan sebelum adanya uji laboratorium resmi, sehingga memicu polemik setelah video itu menyebar luas di media sosial.

Hasil Pemeriksaan

Setelah video tersebut viral, pihak berwenang melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap es kue jadul yang dijual Sudrajat. Hasil uji laboratorium menyatakan bahwa es tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan spons atau zat berbahaya.

Fakta ini memperkuat anggapan publik bahwa aparat terlalu cepat menarik kesimpulan tanpa verifikasi ilmiah yang memadai.

Permintaan Maaf kepada Pedagang

Usai hasil pemeriksaan keluar, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, khususnya kepada pedagang yang dirugikan.

“Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini,” kata Ikhwan.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mencemarkan nama baik atau merugikan usaha pedagang tersebut.

“Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau,” ujarnya menambahkan.

Permintaan Maaf ke Publik

Selain kepada pedagang, aparat juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat video yang beredar luas.

“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkwe yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat,” tegas Ikhwan.

TNI Ikut Angkat Bicara

Pihak TNI Angkatan Darat turut merespons kejadian ini. Melalui Kepala Dinas Penerangan TNI AD, insiden tersebut disebut sebagai salah paham antara aparat dan warga.

Pihak TNI juga berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Reaksi Warganet Beragam

Kasus ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak netizen menilai aparat seharusnya lebih berhati-hati, terutama ketika menyangkut mata pencaharian warga kecil.

Salah satu komentar warganet yang dikutip media menyebutkan:

“Oknum polisi dan TNI akhirnya malu sendiri setelah menuding penjual es kue jadul pakai bahan spons, ternyata tidak terbukti,” tulis seorang pengguna media sosial.

Tak sedikit pula yang menuntut adanya pemulihan nama baik bagi pedagang serta evaluasi terhadap cara aparat menangani laporan masyarakat.

Kasus ini menjadi sorotan publik sekaligus pengingat pentingnya prosedur verifikasi dalam penanganan isu keamanan pangan.

Masyarakat berharap ke depan aparat lebih mengedepankan pendekatan humanis dan berbasis bukti agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Korupsi MBG Makin Panas, Polisi Aktif Pejabat BGN Jadi Tersangka Baru

Pemuja.com – Kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) terus melebar. Kejaksaan Agung kini menetapkan...

Tiga Tiket Terakhir Diperebutkan Sabtu, Apakah Akan Diraih Para Tim Unggulan?

Pemuja.com – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 akhirnya memasuki rangkaian pertandingan terakhir besok. Sesuai prediksi, 3 laga yang digelar pada Jumat (3/7)...

Related Articles

Pengacara Don Ritto Kalim Emas 74 Kg dan Uang Punya Yayasan

Pemuja.com – Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menyatakan uang tunai dan...

Iran Beri Serangan ke Arab Saudi, Incar Pangkalan Militer AS

Pemuja.com – Konflik di Timur Tengah kembali memanas, Iran dilaporkan memperluas operasi...

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini

Pemuja.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadwalkan pelimpahan...

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pemuja.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum...