Home Berita Kenali Virus Nipah: Apa Itu dan Dari Mana Awalnya?
BeritaHealthNasional

Kenali Virus Nipah: Apa Itu dan Dari Mana Awalnya?

Share
Share

Pemuja.com – Virus Nipah adalah penyakit menular zoonotik yang pertama kali terdeteksi pada akhir 1990-an. Kasus awal terjadi di Malaysia dan Singapura. Saat itu, wabah menyerang peternak babi dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Virus ini berasal dari kelelawar buah sebagai inang alaminya. Penularan bisa terjadi ke hewan lain, seperti babi, lalu ke manusia. Penularan juga dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi.

Gejala awal Nipah biasanya berupa demam dan sakit kepala. Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan dan radang otak. Tingkat kematian virus ini tergolong tinggi. Hingga kini, belum tersedia vaksin atau obat khusus.

Munculnya Kasus Baru Virus Nipah

Pada Januari 2026, India melaporkan kembali kasus virus Nipah. Beberapa kasus terdeteksi di wilayah Benggala Barat. Laporan ini langsung memicu kewaspadaan internasional.

Meski otoritas setempat menyebut wabah masih terbatas, risiko penyebaran lintas negara tetap diwaspadai. Sejumlah negara Asia mulai memperketat pemeriksaan kesehatan. Fokus utama dilakukan pada pelancong internasional.

Langkah ini diambil karena Nipah berpotensi menular melalui kontak dekat. Dalam kondisi tertentu, penularan antarmanusia juga dapat terjadi.

Bandara Internasional Indonesia Perketat Pengawasan

Indonesia mengambil langkah antisipatif di pintu masuk internasional. Pemeriksaan diperketat di sejumlah bandara utama. Salah satunya adalah Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Petugas kesehatan melakukan pemantauan suhu tubuh penumpang. Thermal scanner kembali dioptimalkan di terminal internasional. Penumpang juga diminta mengisi deklarasi kesehatan.

Langkah serupa diterapkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Petugas karantina disiagakan untuk menangani penumpang bergejala. Pemeriksaan dilakukan secara selektif dan terukur.

Pengawasan juga diperluas ke pelabuhan laut. Koordinasi dilakukan dengan karantina kesehatan dan karantina hewan. Hal ini penting karena Nipah bersifat zoonotik.

Menkes Tegaskan Nipah Belum Masuk Indonesia

Pemerintah menegaskan bahwa virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan. Ia meminta masyarakat tetap tenang.

Menurut Kementerian Kesehatan, jumlah kasus global masih terbatas. Situasi saat ini belum masuk kategori darurat nasional. Oleh karena itu, skrining ekstrem seperti masa COVID-19 belum diberlakukan.

Meski begitu, sistem deteksi dini tetap berjalan. Pemerintah memastikan pengawasan di bandara terus dilakukan. Evaluasi akan dilakukan sesuai perkembangan situasi global.

Imbauan dan Langkah Pencegahan Virus Nipah

Masyarakat diimbau tidak panik, namun tetap waspada. Risiko penularan di luar wilayah wabah dinilai masih rendah. Langkah pencegahan sederhana tetap penting dilakukan.

Hindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan liar. Pastikan makanan dan buah dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam setelah bepergian.

Dengan pengawasan ketat di bandara dan sistem deteksi dini, pemerintah berharap risiko dapat ditekan. Mobilitas internasional tetap dijaga dengan prinsip kehati-hatian.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini

Pemuja.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadwalkan pelimpahan tersangka Don Ritto (DR) beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung),...

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pemuja.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah,...

Related Articles

Nadiem Jalani Sidang Perdana Banding Kasus Chromebook

Pemuja.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim,...

112 Korban Serangan Israel Dimakamkan Massal di Gaza

Pemuja.com – Ribuan warga Palestina memadati kawasan Sabra, Kota Gaza, untuk mengikuti...

PM Thailand Kunjungi Indonesia, Prabowo Terima Baret Merah

Pemuja.com – Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan kenegaraan ke...

Kejagung: Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Akan Diungkap

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan identitas pemilik emas batangan seberat 74...