Home Berita PBNU Pulihkan Jabatan Gus Yahya Sebagai Ketua Umum
BeritaNasional

PBNU Pulihkan Jabatan Gus Yahya Sebagai Ketua Umum

Share
Share

Pemuja.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan untuk memulihkan kembali posisi KH. Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, sebagai Ketua Umum PBNU, setelah menerima permohonan maaf resmi dari dirinya dalam Rapat Pleno PBNU yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta, pada Kamis (29/1/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, dan dihadiri jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, A’wan, serta pimpinan badan otonom dan lembaga PBNU.

Forum rapat memutuskan meninjau ulang pemberhentian Desember 2025 dan mengembalikan mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU.

“PBNU menerima permohonan maaf Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, atas kelalaian dan ketidakcermatan dalam beberapa hal yang menjadi sorotan organisasi…” ujar Rais Aam saat membacakan keputusan rapat, yang kemudian disetujui secara mufakat oleh peserta pleno.

PBNU Pulihkan Jabatan Gus Yahya

Keputusan pleno untuk memulihkan posisi Gus Yahya tersebut merupakan respons atas dinamika internal yang sempat memuncak menjelang akhir tahun 2025.

Pada Desember 2025, jabatan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU sempat dicabut melalui forum internal, memicu perdebatan internal.

Namun Rapat Pleno PBNU menilai penting menjaga keutuhan jam’iyah dan komitmen pada kepengurusan hasil Muktamar ke-34 NU.

Oleh karena itu, pleno memutuskan untuk meninjau kembali keputusan sebelumnya, memulihkan struktur kepengurusan sesuai SK yang berlaku, dan menata ulang tata kelola organisasi supaya lebih transparan dan akuntabel.

Keputusan Pleno & Komitmen Organisasi

Selain memulihkan posisi Ketua Umum, Rapat Pleno juga menyetujui langkah-langkah berikut:

  • Meninjau kembali seluruh surat keputusan (SK) yang diterbitkan tanpa melibatkan tanda tangan lengkap pengurus menurut ketentuan AD/ART NU;
  • Memperbaiki tata kelola administrasi dan keuangan organisasi untuk mendukung akuntabilitas dan keterbukaan;
  • Memulihkan sistem Digdaya persuratan PBNU sesuai kondisi sebelum kontroversi November 2025;

Rapat Pleno juga memutuskan waktu perkiraan pelaksanaan kegiatan Majelis besar lainnya: Munas dan Konbes NU 2026 diperkirakan pada bulan Syawal 1447 H (April 2026), serta Muktamar NU ke-35 dijadwalkan pada Juli atau Agustus 2026.

Dengan keputusan ini, PBNU berharap dapat menyatukan kembali soliditas internal serta memperkuat peran NU sebagai jam’iyah Islam terbesar di Indonesia di tengah berbagai tantangan sosial dan keagamaan.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Armada Besar AS Dekati Iran, Trump Sebut Iran Ingin Negosiasi

Pemuja.com – Trump mengumumkan armada besar Angkatan Laut AS, termasuk USS Abraham Lincoln, tiba di Timur Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas...

Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Polemik Ikut Bermunculan

Pemuja.com – Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BOP). Dewan internasional ini diklaim bertujuan mendorong perdamaian dan...

Related Articles

Banjir Bandang Hantam Babakan Madang, Sentul

Pemuja.com – Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman saat musim hujan tiba. Hujan...

Prabowo Akan Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan AS

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto direncanakan akan menandatangani kesepakatan tarif...

Presiden Prabowo Direncanakan Hadiri KTT Board of Peace

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto direncanakan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi...

Kejagung Bongkar Modus Manipulasi Ekspor Sawit

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan korupsi besar dalam kegiatan ekspor...