Pemuja.com – Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan keras terhadap Republik Islam Iran dalam pidato kenegaraan (State of the Union).
Pidato tersebut digelar di Gedung Capitol, Washington DC, Selasa (24/2/2026) malam waktu setempat. Trump menuding Iran sedang berupaya mengembangkan rudal yang “bisa mencapai Amerika Serikat.”
Pidato ini menjadi salah satu bagian penting dari agenda luar negeri Trump dalam acara tahunan tersebut. Selain membahas isu domestik, seperti ekonomi dan kebijakan dalam negeri.
Trump juga menyinggung ancaman dari Iran yang menurutnya berpotensi membahayakan keamanan nasional AS dan sekutunya.

Pernyataan Trump Soal Ancaman Rudal Iran
Dalam pidatonya, Trump mengatakan bahwa Iran mengembangkan rudal yang mampu mengancam wilayah Eropa dan pangkalan militer AS di luar negeri.
Ia menambahkan bahwa negara itu sedang berupaya membangun rudal yang “segera dapat mencapai Amerika Serikat.”
“Mereka telah mengembangkan rudal yang bisa mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri. Mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat,” ujar Trump dalam pidato kenegaraan tersebut.
Baca Juga : KPK Tidak Hadir, Sidang Yaqut Ditunda Hingga Sepekan
Trump memasukkan isu ini dalam konteks kebijakan luar negeri yang lebih luas, yang juga mencakup upaya Iran dalam program nuklir dan dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.
Pernyataan tersebut menarik perhatian para anggota parlemen AS yang hadir, termasuk respons dari berbagai pihak di dalam negeri.
Diplomasi dan Ancaman Militer Antar AS-Iran
Meskipun menyoroti ancaman rudal Iran, Trump juga menyatakan bahwa ia lebih memilih penyelesaian melalui jalur diplomasi ketimbang konfrontasi langsung.
Ia mengatakan bahwa AS sedang melakukan negosiasi dengan Tehran, namun sejauh ini belum menerima komitmen kuat dari pihak Iran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklirnya.
“Negosiasi tengah berlangsung. Mereka ingin mencapai kesepakatan, tetapi kita belum mendengar kata-kata rahasia itu: ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,’” ucap Trump, menekankan pentingnya prinsip non-proliferasi nuklir.
Pernyataannya ini muncul di tengah pembicaraan antara AS-Iran yang bertujuan mencari titik temu terkait program nuklir dan rudal Tehran.

Respons Iran Terhadap Tuduhan Trump
Sebelum pidato, pejabat pejabat Iran sebelumnya telah membantah tuduhan sedang mengembangkan senjata nuklir atau rudal jarak jauh untuk menyerang wilayah lain.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan menegaskan bahwa program nuklir negaranya hanya untuk tujuan energi sipil dan terbuka untuk diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Tehran juga menyatakan kesiapan untuk kerja sama inspeksi internasional demi menjamin bahwa program nuklirnya sesuai dengan aturan global, sekaligus menolak klaim bahwa mereka terlibat dalam ambisi senjata nuklir atau rudal jarak jauh.
Dampak dan Kekhawatiran Internasional
Pernyataan Trump memicu perhatian di panggung global karena menggambarkan ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Iran.
Sejumlah analis politik dan diplomasi menyatakan bahwa narasi semacam ini bisa memperbesar risiko konfrontasi militer jika negosiasi gagal.
Namun Trump menekankan bahwa AS tetap membuka pintu diplomasi walau mengaku siap menghadapi ancaman apa pun demi keamanan nasional.
Leave a comment