Pemuja.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin (4/5/2026) malam hingga Selasa pagi kembali memicu banjir di berbagai titik. Dampaknya terasa dari wilayah hulu di Bogor hingga hilir di Jakarta dan Bekasi.
Berdasarkan laporan, banjir terjadi akibat kombinasi hujan lokal di Jakarta dan air kiriman dari Bogor melalui aliran Sungai Ciliwung dan kali lainnya.
BPBD: 115 RT Terendam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 115 RT terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin (4/5/2026) malam. Dampak banjir pada periode ini terkonsentrasi terutama di wilayah Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Barat.
Di Jakarta Selatan, kawasan bantaran sungai menjadi titik paling terdampak. Wilayah seperti Pela Mampang, Petogogan, Cilandak Timur, dan Duren Tiga dilaporkan terendam akibat luapan Kali Krukut dan Kali Mampang. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai hingga 2,4 meter.

Di Jakarta Barat, genangan dilaporkan terjadi di kawasan sekitar aliran Kali Angke. Meski tidak setinggi di Jakarta Selatan, luapan air tetap menyebabkan gangguan aktivitas warga dan memperlambat mobilitas.
Sementara di Jakarta Timur, banjir merendam kawasan Kampung Melayu, Cawang dan Cililitan yang berada di sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Genangan di wilayah ini dipicu oleh kombinasi hujan lokal dan kiriman air dari hulu.
Banjir yang terjadi pada 4 Mei ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus sejak malam. Pada saat yang sama, peningkatan debit air dari wilayah hulu turut menambah tekanan pada sungai-sungai di Jakarta.
Kombinasi hujan lokal dan air kiriman membuat kapasitas sungai seperti Kali Krukut, Kali Mampang, dan Kali Angke tidak mampu menampung volume air, hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.
Kemacetan Parah
Banjir yang merendam ruas-ruas jalan utama tersebut langsung memicu kemacetan parah sejak Senin sore. Tumpukan kendaraan terlihat di sejumlah titik, terutama di jalur arteri yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan wilayah Tangerang.
Kemacetan panjang mengular di Jalan TB Simatupang arah Pasar Minggu. Kondisi serupa juga terjadi di jalur Ciledug Raya yang dipadati kendaraan akibat genangan dan penyempitan ruas jalan.

KRL Tersambar Petir
Dampak hujan ekstrem juga merembet ke sektor transportasi. KRL Commuter Line lintas Rangkasbitung–Tanah Abang (Green Line) dilaporkan mengalami gangguan setelah aliran listrik tersambar petir.
Insiden ini menyebabkan perjalanan sempat terganggu dan memicu keterlambatan, terutama pada jam sibuk pagi saat mobilitas warga sedang tinggi.

Kali Cipamingkis Naik
Selain di Jakarta, dari wilayah hulu, kondisi juga mengkhawatirkan. Di media sosial, beredar video yang menunjukkan kali Cipamingkis yang berada di kawasan jalur Puncak 2 mengalami banjir bandang.
Ketinggian air dilaporkan meningkat signifikan akibat hujan deras sejak petang.
Selain itu, hujan deras di Bogor juga memicu dampak langsung. Luapan Kali Cikaret dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan dan bangunan tempat ibadah yang ambruk pada 4 Mei 2026. Kawasan pemukiman dan jalan raya pun tak pelak terendam banjir.

Waspada Pancaroba, Potensi Hujan Masih Tinggi
Dengan kondisi cuaca yang masih berada di masa pancaroba, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Situasi ini membuat risiko banjir belum sepenuhnya mereda.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir. Kesiapsiagaan menjadi kunci, karena dalam kondisi seperti ini, air bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan.
Baca Artikel Lainnya :
- Babak Baru Reformasi Polri, 6 Rekomendasi Diserahkan ke Presiden
- Selat Hormuz Memanas Ditengah Project Freedom AS
- Prabowo Instruksikan Bunga KUR 5%, Pemerintah Siapkan Skema
- Seleksi Direksi BEI Dimulai, OJK Saring 28 Kandidat
- Cuaca Panas Ekstrem di Mekah dan Madinah Ujian Ibadah Haji Tahun Ini
Leave a comment