Home Berita Giant Sea Wall 575 Km: Ambisi Besar di Tengah Keterbatasan Anggaran Negara
BeritaNasionalProperti

Giant Sea Wall 575 Km: Ambisi Besar di Tengah Keterbatasan Anggaran Negara

Share
Proyek Besar
Proyek Besar
Share

Pemuja.com – Ancaman banjir rob di pesisir utara Jawa semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan muka laut dan penurunan tanah membuat sejumlah wilayah makin rentan terdampak.

Sejumlah wilayah bahkan mulai mengalami penurunan muka tanah yang memperparah kondisi, membuat kawasan pesisir semakin rentan tenggelam, seperti yang terjadi di Jakarta dan Semarang.

Kondisi ini mendorong pemerintah menyiapkan langkah besar. Salah satunya melalui pembangunan giant sea wall sebagai solusi jangka panjang.

Proyek Giant Sea Wall 575 Km di Pantura Jawa

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) sekaligus Wamen Kelautan dan Perikanan, H Ashaf mengungkapkan, pembangunan Giant Sea Wall (Tanggul Laut Raksasa) di Pantai Utara (Pantura) Jawa akan mencapai panjang sekitar 575 kilometer yang terbentang di sepanjang Pantai Utara Jawa.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dan dibagi menjadi 15 segmen. Skema ini dipilih agar proses bisa berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.

Wilayah prioritas berada di jalur Jakarta hingga Semarang. Kawasan ini dinilai paling terdampak banjir rob dan penurunan tanah.

Selain itu, kawasan tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, perlindungan menjadi sangat penting.

Libatkan 23 Kementerian

Proyek giant sea wall melibatkan sekitar 23 kementerian dan lembaga. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan terintegrasi.

Setiap lembaga memiliki peran berbeda. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pengelolaan lingkungan.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya berbasis konstruksi. Pemerintah juga menggabungkan solusi berbasis alam.

Salah satunya melalui rehabilitasi mangrove di beberapa titik pesisir. Langkah ini dinilai mampu meredam gelombang sekaligus menjaga ekosistem.

Tantangan Besar

Meski menjanjikan, proyek ini menghadapi tantangan besar. Koordinasi antar lembaga menjadi kunci utama.

Selain itu, kebutuhan pendanaan juga tidak kecil. Dana ratusan Triliun akan kembali digelontorkan.

Apakah anggaran sebesar itu benar-benar tersedia di tengah berjalanannya dua program besar lain, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih?

Kedua program tersebut juga memakan dana yang sangat besar dan bersifat jangka panjang. Kondisi ini membuat ruang fiskal pemerintah menjadi sorotan. Oleh karena itu pelaksanaannya pun harus di awasi secara ketat, tidak seperti 2 program sebelumnya.

Karena itu, keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan harus dijaga. Giant sea wall bukan hanya proyek fisik, tetapi juga ujian kebijakan.

Ke depan, proyek ini akan menjadi penentu. Apakah Indonesia siap menghadapi ancaman pesisir secara serius, atau justru sebaliknya?

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Raffi Ahmad Tegas! Bantah Terlibat Kasus Suap Bea Cukai

Pemuja.com – Raffi Ahmad akhirnya buka suara setelah namanya muncul dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan...

Timur Tengah Kian Memanas, AS Serang Iran Setelah Insiden Apache

Pemuja.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dan Israel terlibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir. Rudal dan drone...

Related Articles

Prediksi Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Semua Tim Memiliki 1 Poin

Pemuja.com – Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 kembali berlanjut pada Senin...

Prediksi Piala Dunia 2026 Minggu 21Juni: Spanyol Wajib Menang

Pemuja.com – Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 kembali berlanjut pada Minggu...

Dari Bundaran HI ke DPR, Gelombang Aksi Mahasiswa Terus Bergulir

Pemuja.com – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang telah berlangsung sejak pertengahan Juni kembali...

PLN Kekurangan Batu Bara, Siapa yang Lalai?

Pemuja.com – Pengakuan Kementerian ESDM bahwa PT PLN (Persero) masih kekurangan sekitar...