Pemuja.com – Nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki melalui PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat). Perusahaan tersebut tercatat memiliki utang bank sekitar Rp2,86 triliun.
Kaesang, anak bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Sebelum terjun ke politik, ia lebih dulu dikenal sebagai pengusaha. Ia membangun sejumlah usaha, mulai dari bisnis kuliner, makanan dan minuman, hingga investasi melalui GK Hebat.
Lalu perusahaan investasi itu kemudian membeli sekitar 7,27 persen saham PMMP pada 2021. Dua tahun kemudian, Kaesang lalu bergabung dengan PSI dan hanya dalam waktu dua hari ditetapkan sebagai Ketua Umum partai.

Dari beberapa kejadian tersebut, tentu saja banyak netizen di sosial media menganggap segala kemudahan adalah karpet merah dari sang ayah. Walaupun tidak ada keterangan resmi yang menyebut Kaesang memperoleh fasilitas khusus atau perlakuan istimewa dalam beberapa hal tersebut.
PMMP sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan udang beku (frozen shrimp) untuk pasar ekspor. Produk-produknya dikirim ke Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan sejumlah negara di Eropa. Selama bertahun-tahun, PMMP dikenal sebagai salah satu eksportir udang terbesar di Indonesia.
Sorotan terhadap PMMP muncul setelah perusahaan menyampaikan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam dokumen tersebut, perseroan mengungkapkan pinjaman bank per 31 Mei 2026 mencapai sekitar Rp2,86 triliun. Nilai itu belum termasuk bunga pinjaman yang masih berjalan. Perusahaan juga mengakui sedang menjalani restrukturisasi kredit karena mengalami tekanan modal kerja.

Utang Berasal dari Enam Bank
Pinjaman PMMP berasal dari enam lembaga keuangan, yaitu Bank Permata, Bank Central Asia (BCA), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bank SMBC Indonesia, Bank Maspion Indonesia, dan Bank Resona Perdania.
Tekanan keuangan membuat operasional perusahaan ikut terganggu. Saat ini PMMP hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo, Jawa Timur. Perusahaan juga membutuhkan tambahan modal kerja sekitar 15 juta dolar AS agar kegiatan produksi bisa kembali normal.
Sejak 2024, PMMP telah melakukan PHK terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian. Selain itu, sebanyak 82 staf memilih mengundurkan diri.
Baca Juga : Sidang Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Beri Jawaban
Klarifikasi PMMP
Setelah ramai diberitakan, PMMP akhirnya memberikan klarifikasi. Manajemen menegaskan Kaesang bukan pemilik maupun pemegang saham pengendali perusahaan. GK Hebat hanya memiliki sekitar 7,27 persen saham. Sementara pemegang saham pengendali PMMP adalah PT Tiga Makin Jaya.
Perusahaan juga menjelaskan bahwa seluruh keputusan bisnis dijalankan oleh direksi. Karena itu, persoalan utang dan proses restrukturisasi merupakan tanggung jawab perusahaan.
Meski PMMP menegaskan Kaesang hanya merupakan pemegang saham minoritas, besarnya nilai pinjaman perusahaan tetap menjadi perhatian publik. Tidak sedikit yang mempertanyakan bagaimana perusahaan tersebut dapat memperoleh fasilitas kredit dari enam bank sekaligus dengan total mencapai Rp2,86 triliun? Apakah bank tidak memiliki analisis risiko dan kelayakan usaha sebelum menyetujui pembiayaan?
Baca Artikel Lainnya :
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Tahun Ini
- Kapolri Tegaskan Polri dan Kejaksaan Tak Bermasalah
- Fakta di Balik PMMP yang Terlilit Utang Rp2,86 Triliun dan Dikaitkan dengan Kaesang
- Semifinal Piala Dunia 2026 Dihuni Empat Tim Teratas Ranking FIFA, Apakah Suatu Kebetulan?
- Sidang Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Beri Jawaban
Leave a comment