Home Berita Kantor Summarecon Bogor Digeledah KPK, Akankah Menyeret Sang Menteri?
BeritaKriminalNasional

Kantor Summarecon Bogor Digeledah KPK, Akankah Menyeret Sang Menteri?

Share
KPK Geledah Summarecon
KPK Geledah Summarecon
Share

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak dalam penyidikan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Pagi ini, Senin, 21 September 2026, penyidik KPK menggeledah kantor PT Summarecon Agung Tbk di Bogor. Langkah ini dilakukan untuk mencari bukti tambahan yang berkaitan dengan perkara yang bermula dari operasi tangkap tangan pada 14 September 2026.

KPK Kejar Bukti

Penggeledahan tersebut masih berlangsung pada Senin siang. KPK belum merinci barang bukti yang ditemukan dari lokasi.

Sebelumnya, penyidik juga telah menggeledah kantor Summarecon di Jakarta Timur. Dari lokasi itu, KPK mengamankan sejumlah dokumen SHGB, dokumen keuangan perusahaan, serta bukti elektronik yang berkaitan dengan sengketa tanah di Bogor.

Perkara ini kemudian berkembang dengan penetapan delapan orang sebagai tersangka. Mereka berasal dari unsur ATR/BPN, pihak perusahaan, dan pihak swasta.

Baca Juga : Update Hari ke-9 KM Virgo 8 Tenggelam, 123 Korban Masih Dicari

Delapan Orang Tersangka

KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Mereka adalah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) ATR/BPN Lampri, serta pihak swasta Rizal Pahlefi.

Tersangka lainnya adalah politisi Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, serta pihak swasta Erwin dan Muhammad Fakhry.

KPK menyebut Arif, Fahd, Erwin, dan Muhammad Fakhry sebagai pihak yang diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

OTT KPK

Nama Nusron Jadi Sorotan

Perkara ini juga membuat posisi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ikut menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah tersangka disebut KPK memiliki keterkaitan sebagai orang kepercayaan Nusron.

Namun, hingga kini KPK belum menyatakan Nusron terlibat dalam perkara tersebut. Nusron juga menyatakan tidak mengetahui duduk perkara dugaan suap HGB itu dan menyerahkan proses hukum kepada KPK.

Meski begitu, penyidikan belum selesai. Penggeledahan di sejumlah lokasi menunjukkan KPK masih memburu rangkaian bukti untuk mengurai perkara ini.

Pertanyaannya kini semakin tajam: apakah kasus HGB Bogor hanya berhenti pada delapan tersangka, atau penyidikan KPK akan membuka pintu menuju lingkaran yang lebih besar, termasuk memeriksa Nusron Wahid?

Dan apakah Nusron Wahid masih akan dipercaya untuk tetap berada di kabinet Prabowo? Untuk saat ini, belum ada jawaban. Semua masih bergantung pada perkembangan penyidikan KPK dan keputusan politik Presiden Prabowo.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Penutupan Bandara Soetta Molor Lagi, Penumpang Harus Tunggu hingga 17.30 WIB

Pemuja.com – Harapan calon penumpang untuk kembali terbang siang ini kembali tertunda. Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga Minggu (6/9/2026) siang belum dibuka setelah penutupan...

Kopdes Mulai Bayar Utang September, Kok Desa yang Menanggung?

Pemuja.com – Program Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih kembali menjadi sorotan. Bukan hanya soal pembangunan koperasi di berbagai daerah, tetapi kini terkait...

Related Articles

Update Hari ke-9 KM Virgo 8 Tenggelam, 123 Korban Masih Dicari

Pemuja.com – Berita terbaru datang dari pencarian korban KMP Virgo Transport 8...

AI Kini Punya Tubuh, Pameran Robot China Buktinya

Pemuja.com – Perkembangan robot berbasis kecerdasan buatan atau AI semakin cepat. Saat...

Utang Warisan Krisis 1998 Rp640 Triliun Dinyatakan Lunas

Pemuja.com – Pemerintah Indonesia akhirnya menyelesaikan seluruh kewajiban surat utang yang diterbitkan...

Trump Umumkan Perluasan Kehadiran Militer AS di Greenland

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana memperbesar kehadiran...