Home Berita Setelah Cibinong, Kini Rutan Depok Disorot Setelah Video Dugem Viral
BeritaNasionalPolitik

Setelah Cibinong, Kini Rutan Depok Disorot Setelah Video Dugem Viral

Share
Kasus Dugem Di Sel
Kasus Dugem Di Sel
Share

Pemuja.com – Belum selesai sorotan terhadap kasus Lapas Cibinong, kini persoalan serupa kembali mencuat dari rumah tahanan di Jawa Barat.

Kali ini, Rutan Kelas I Depok menjadi perhatian setelah video aktivitas warga binaan yang diduga berpesta dugem di dalam rutan lengkap dengan lampu disko viral di media sosial.

Buntut kasus tersebut, 10 warga binaan Rutan Depok dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (7/10/2026). Pemindahan dilakukan sebagai bagian dari langkah pengetatan keamanan dan penertiban warga binaan yang dinilai melakukan pelanggaran.

Berawal dari Video Viral

Kasus ini bermula dari beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warga binaan berada di sebuah kamar dengan musik keras lengkap dengan lampu disko. Dalam video tersebut, sejumlah orang terlihat berjoget.

Video itu kemudian memicu pemeriksaan di Rutan Depok. Tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat turun melakukan pendalaman.

Kepala Rutan Kelas I Depok sebelumnya menyebut kamar yang menjadi lokasi video dihuni sekitar 22 warga binaan. Dari jumlah tersebut, beberapa orang kemudian didalami lebih lanjut.

Persoalan kemudian berkembang setelah polisi menemukan indikasi adanya penyalahgunaan narkotika. Dua pegawai Rutan Depok juga diperiksa karena diduga memiliki keterlibatan dalam kejadian tersebut.

Polisi menyebut salah satu pegawai diduga membantu masuknya narkotika, sementara pegawai lainnya diduga menyediakan perangkat musik. Keduanya telah dilaporkan untuk diproses lebih lanjut.

10 Napi Dibawa ke Nusakambangan

Hari ini, langkah tegas dilakukan. Sebanyak 10 warga binaan Rutan Depok yang terindikasi melakukan pelanggaran dipindahkan ke Nusakambangan.

Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tatan Dirsan Atmaja, menyebut pemindahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di dalam lapas maupun rutan.

Mereka diberangkatkan bersama ratusan warga binaan lainnya dari sejumlah wilayah menuju Nusakambangan dengan pengawalan ketat aparat, lengkap dengan penutup kepala.

Total terdapat 313 warga binaan dari lima wilayah yang dipindahkan dalam kegiatan tersebut.

Nusakambangan selama ini menjadi salah satu lokasi penempatan warga binaan dengan kebutuhan pengamanan tinggi. Ditjenpas juga telah beberapa kali melakukan pemindahan warga binaan berisiko tinggi ke sejumlah lapas di kawasan tersebut.

Baca Juga : Kasus Lapas Cibinong Makin Melebar, Indra Kenz Kembali Terancam Masuk Bui

Setelah Kasus Cibinong, Kini Depok

Rentetan kasus ini kembali menyoroti persoalan pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Sebelumnya, Lapas Cibinong juga menjadi sorotan setelah muncul temuan mengenai fasilitas dan dugaan pelanggaran di dalam lapas. Kini, hanya berselang beberapa waktu, Rutan Depok kembali menghadapi persoalan yang tidak kalah serius.

Yang menjadi perhatian bukan hanya perilaku warga binaan. Dugaan keterlibatan petugas juga menjadi bagian penting dalam pengusutan kasus ini.

Jika benar ada petugas yang membantu masuknya barang terlarang atau menyediakan fasilitas untuk aktivitas tersebut, maka persoalannya bukan lagi sekadar pelanggaran warga binaan. Pengawasan internal juga patut menjadi perhatian.

Jangan Berhenti pada Pemindahan

Pemindahan 10 warga binaan ke Nusakambangan tentu menjadi langkah tegas. Namun, publik juga menunggu bagaimana proses hukum terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Rutan Depok sebelumnya menyatakan akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang terbukti melanggar aturan. Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap dugaan keterlibatan petugas.

Kasus ini seharusnya menjadi momentum untuk memperketat pengawasan. Bukan hanya setelah video viral, tetapi sejak sebelum pelanggaran terjadi.

Sebab, bagaimana mungkin aktivitas itu bisa berlangsung dengan aman sampai akhirnya baru terungkap setelah videonya beredar di media sosial?

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Gibran Kembali Dihadapkan pada Polemik Ijazah, Kini Masuk Ruang Sidang MK

Pemuja.com – Di tengah kesibukannya yang luar biasa sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka kini harus menghadapi persoalan hukum baru. Hampir dua tahun...

Dilarang Liput Gedung Putih, CNN, MS NOW & Politico Gugat Trump

Pemuja.com – Perseteruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan sejumlah media memasuki babak hukum. CNN, MS NOW, dan Politico menggugat pemerintahan Trump setelah...

Related Articles

Kasus Lapas Cibinong Makin Melebar, Indra Kenz Kembali Terancam Masuk Bui

Pemuja.com – Kasus klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor,...

MK Tolak Gugatan, Dua Pihak Sama-Sama Senang, Ada Apa?

Pemuja.com – Ada pemandangan menarik setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan perkara...

Ijazah SMA Gibran Tak Terbukti, Mengapa Tak Didiskualifikasi?

Pemuja.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Wakil...

MK Baca Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Malam Ini

Pemuja.com – Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan membacakan putusan perkara yang mempersoalkan syarat...