Home Berita Situasi Konflik Rusia-Ukraina: Amerika Berpaling dari Ukraina?
BeritaInternasional

Situasi Konflik Rusia-Ukraina: Amerika Berpaling dari Ukraina?

Share
Rusia di bela Amerika?
Share

Pemuja.com – Konflik antara Rusia dan Ukraina yang dimulai pada tahun 2022 telah memasuki tahun ketiga, dengan berbagai dinamika Politik terus berkembang.

Salah satu perkembangan terbaru yang mengejutkan adalah perubahan sikap Amerika Serikat (AS) terhadap Ukraina.

Setelah tiga tahun mendukung Ukraina dengan teguh, AS kini menunjukkan perubahan drastis dalam kebijakan luar negerinya.

Perubahan Sikap AS di PBB

Pada bulan Februari 2025, AS memberikan suara menentang resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengutuk Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Resolusi tersebut mengakui bahwa Moskow, bukan Kyiv, yang memulai perang ini dan menyerukan kepada anggota PBB untuk menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

Namun, AS bersama beberapa negara lain, termasuk Rusia, Korea Utara, dan Hungaria, memberikan suara menentang resolusi tersebut1.

Sebagai gantinya, AS mengajukan resolusinya sendiri yang berjudul “Jalan menuju perdamaian,” yang menyerukan perdamaian abadi antara Rusia dan Ukraina tanpa menyalahkan siapa yang memulai perang.

Resolusi ini mencerminkan kesenjangan yang semakin besar antara AS dan Eropa serta perubahan kebijakan Washington terhadap Ukraina di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Dampak Perubahan Sikap AS

Perubahan sikap AS ini menimbulkan perpecahan mendadak antara Amerika Serikat dan Ukraina.

Di Perserikatan Bangsa-Bangsa, AS berpihak pada Rusia dalam pemungutan suara terkait rancangan resolusi yang diajukan Ukraina dan negara-negara Eropa.

Resolusi yang didukung Eropa memperoleh 93 suara mendukung dan 18 suara menentang, dengan 65 abstain.

Washington juga merancang resolusi tandingan yang tidak secara eksplisit menyalahkan Rusia atas konflik tersebut.

Reaksi Internasional

Perubahan sikap AS ini juga memicu reaksi dari berbagai negara dan organisasi internasional.

Uni Eropa, misalnya, mendesak untuk mengubah teks resolusi AS dengan menambahkan referensi ke invasi skala penuh Moskow dan kedaulatan serta integritas teritorial Ukraina.

Selain itu, Prancis membuat amandemen terhadap draf resolusi AS, yang menekankan pentingnya menghormati hukum internasional dan melindungi warga sipil.

BACA JUGA : DISKON PLN TELAH BERAKHIR, BERIKUT HAL YANG HARUS ANDA KETAHUI

Perubahan sikap Amerika Serikat terhadap Ukraina dalam konflik dengan Rusia mencerminkan dinamika politik internasional yang kompleks.

Langkah ini tidak hanya mempengaruhi hubungan bilateral antara AS dan Ukraina, tetapi juga mempengaruhi keseimbangan kekuatan di panggung global. Dengan perkembangan ini.

Dunia akan terus memantau bagaimana konflik ini akan berkembang dan bagaimana negara-negara lain akan merespons perubahan kebijakan AS.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Spanyol Juara Piala Dunia 2026!

Pemuja.com – Hari yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola akhirnya menjadi milik Spanyol. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memenuhi New York...

Inggris Sikat Prancis 6-4, Jadi Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Pemuja.com – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. The Three Lions memastikan diri finis di posisi ketiga setelah...

Related Articles

Utang Kopdes Capai Rp240 Triliun, Purbaya Pastikan Cicilan Tepat Waktu

Pemuja.com – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menanggung...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid...

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus 2026

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjadwalkan sidang perdana dua permohonan...