Pemuja.com – Di KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh, Presiden Donald Trump memberikan pidato resmi yang menandai dukungan AS terhadap perjanjian gencatan senjata dan rencana rekonstruksi untuk Gaza.
Pidato tersebut juga berisi pengakuan publik terhadap sejumlah pemimpin yang hadir termasuk pujian langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pokok-pokok yang disampaikan dalam pidato
Trump menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani merupakan langkah historis untuk menghentikan kekerasan, memuji kerja sama negara-negara mediator, dan memaparkan rencana AS untuk mendukung bantuan kemanusiaan serta rekonstruksi infrastruktur di Gaza.
Ia menekankan perlunya mekanisme pengawasan internasional untuk memastikan kepatuhan semua pihak dan menyerukan dukungan finansial global untuk pemulihan jangka panjang.
Pujian kepada pemimpin dunia
Dalam sesi publik, Trump menyebut beberapa pemimpin sebagai kontributor kunci bagi proses perdamaian dan secara khusus memuji Presiden Prabowo Subianto.
Trump sempat mengundang Prabowo mendekat ke podium sebagai tanda apresiasi publik terhadap peran Indonesia dalam upaya diplomasi tersebut.

Nada pidato dan gaya retorika
Pidato Trump dicatat oleh pengamat sebagai berenergi tinggi dan dominan di panggung summit, mengombinasikan klaim capaian diplomatik dengan ajakan konkret untuk aksi internasional serta sentuhan retorika yang menonjolkan kepemimpinan AS dalam proses perdamaian.
Beberapa liputan menilai ia mencoba mengontrol agenda komunikasi KTT melalui penekanan pada rencananya untuk “New Middle East” dan peran negara-negara penandatangan.
Tindakan formal yang terkait dengan pidato
Pidato itu diikuti dengan penandatanganan dokumen gencatan dan deklarasi kerja sama oleh AS bersama mediator seperti Mesir, Qatar, dan Turki.
langkah yang disebut media sebagai bagian dari pencapaian diplomatik yang memungkinkan pembentukan kerangka rekonstruksi dan pertukaran tahanan sebagai bagian dari gencatan senjata.
Pidato Trump mengokohkan posisi politiknya dalam narasi perdamaian regional, memperkuat profil negara-negara pendukung kesepakatan, serta memberi momentum diplomatik bagi negara-negara peserta termasuk Indonesia melalui pengakuan publik kepada pemimpinnya.
Leave a comment