Home Berita Presiden Prabowo Memberi Rehabilitasi pada Eks Pejabat ASDP
BeritaNasional

Presiden Prabowo Memberi Rehabilitasi pada Eks Pejabat ASDP

Share
Share

Pemuja.com – cc

Kasus ini berawal dari dugaan korupsi dalam kerja sama bisnis dan akuisisi saham antara PT Jembatan Nusantara (JN) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Penjabat ASDP : Tidak Ada Bukti Tindakan Korupsi

Tiga pejabat tinggi ASDP yang terlibat adalah

  • Ira Puspadewi (mantan Direktur Utama)
  • Muhammad Yusuf Hadi (mantan Direktur Komersial dan Pelayanan)
  • Harry Muhammad Adhi Caksono (mantan Direktur Perencanaan dan Pengembangan).

Mereka sempat divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, dengan hukuman penjara dan denda.

Namun, dalam proses hukum, muncul perdebatan mengenai bukti keterlibatan langsung para pejabat tersebut.

Beberapa pihak menilai bahwa tidak ada aliran dana yang terbukti masuk ke pribadi mereka, sehingga muncul desakan agar pemerintah meninjau kembali putusan tersebut.

Keputusan Presiden Prabowo

Pada 25 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menandatangani surat rehabilitasi bagi ketiga mantan pejabat ASDP.

Keputusan ini diambil setelah adanya permintaan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan melalui pembahasan tertutup bersama jajaran pemerintah.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, rehabilitasi ini merupakan hak prerogatif presiden sebagaimana diatur dalam Pasal 14 UUD 1945, dengan pertimbangan dari Mahkamah Agung.

Rehabilitasi dalam konteks hukum Indonesia berarti pemulihan hak-hak seseorang setelah menjalani proses hukum, termasuk hak untuk kembali bekerja, berpartisipasi dalam masyarakat, dan menghapus stigma sosial akibat vonis sebelumnya.

Kontroversi dan Respons Publik

Keputusan ini menimbulkan beragam reaksi. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, menyebut langkah Prabowo sebagai bentuk keadilan setelah komunikasi intensif antara DPR dan pemerintah.

Di sisi lain, Yudi Purnomo, mantan Ketua Wadah Pegawai KPK, menilai keputusan ini menunjukkan kelemahan KPK dalam menangani kasus ASDP. Ia bahkan menyebut “KPK game over” karena dianggap gagal membuktikan adanya aliran dana korupsi.

Rehabilitasi : Sebuah Kuasa Kuat Presiden

Langkah rehabilitasi ini memperlihatkan bagaimana hak prerogatif presiden digunakan untuk menyeimbangkan proses hukum dengan pertimbangan politik dan sosial.

Bagi pemerintah, keputusan ini diharapkan dapat mengembalikan nama baik para pejabat yang dinilai tidak terbukti secara kuat melakukan korupsi.

Namun, bagi publik, keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kasus rehabilitasi eks pejabat ASDP oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan karena menyangkut integritas hukum dan politik.

Di satu sisi, rehabilitasi memberi pemulihan hak bagi mereka yang dinilai tidak terbukti menerima keuntungan pribadi.

Di sisi lain, keputusan ini menimbulkan perdebatan tentang peran KPK dan arah kebijakan antikorupsi ke depan

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini

Pemuja.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadwalkan pelimpahan tersangka Don Ritto (DR) beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung),...

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pemuja.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah,...

Related Articles

Nadiem Jalani Sidang Perdana Banding Kasus Chromebook

Pemuja.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim,...

112 Korban Serangan Israel Dimakamkan Massal di Gaza

Pemuja.com – Ribuan warga Palestina memadati kawasan Sabra, Kota Gaza, untuk mengikuti...

PM Thailand Kunjungi Indonesia, Prabowo Terima Baret Merah

Pemuja.com – Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan kenegaraan ke...

Kejagung: Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Akan Diungkap

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan identitas pemilik emas batangan seberat 74...