Pemuja.com – Polda Metro Jaya telah resmi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap dua tersangka dalam perkara dugaan tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yaitu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Keputusan penghentian penyidikan ini diumumkan pada Jumat, 16 Januari 2026, setelah proses gelar perkara khusus dilakukan oleh penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Awal Mula Kasus dan Penerbitan SP3
Keduanya sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tuduhan bahwa ijazah Presiden Jokowi berasal dari dokumen palsu.
Laporan diterima Polda Metro Jaya pada 30 April 2025 dan menjadi dasar penyidikan terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, penerbitan SP3 dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara khusus pada 14 Januari 2026, yang menilai bahwa syarat keadilan restoratif telah terpenuhi setelah adanya permohonan dari pelapor dan tersangka.
Penyidikan dihentikan melalui mekanisme keadilan restoratif, sehingga keduanya tidak lagi berstatus tersangka.

Restorative Justice dan Prosesnya
Penghentian penyidikan diumumkan sehari setelah Presiden Jokowi menyampaikan harapannya agar kasus ini dapat diselesaikan melalui restorative justice, yaitu pendekatan hukum yang menekankan penyelesaian damai antara pihak terkait.
Jokowi sebelumnya bertemu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di Solo pada 8 Januari 2026 untuk silaturahmi dan diskusi.
Beberapa pihak mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya dalam menerbitkan SP3 ini sebagai bentuk keadilan restoratif yang memberi ruang penyelesaian damai.
Namun, proses hukum terkait tersangka lainnya dalam kasus yang sama tetap berlanjut. Penyidik terus melanjutkan pemeriksaan saksi, ahli, dan melengkapi berkas terhadap tersangka lain, termasuk tokoh lain yang ikut dilaporkan.
Reaksi Beragam Terkait SP3
Damai Hari Lubis menyatakan bahwa penerbitan SP3 tersebut bukan semata-mata karena pertemuannya dengan Presiden Jokowi.
Ia menegaskan keputusan itu didasarkan pada argumen hukum yang disampaikan dalam gelar perkara dan dinilai tidak dapat dibantah oleh penyidik.
Ia menyebut penghentian perkara ini merupakan hasil dari upaya hukumnya sendiri yang telah diajukan lebih dulu.
Dengan terbitnya SP3, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis tidak lagi berstatus tersangka dalam kasus tuduhan fitnah ijazah Jokowi.
Polisi menegaskan penghentian penyidikan dilakukan sesuai ketentuan hukum dengan mempertimbangkan asas keadilan bagi seluruh pihak.
Baca Artikel Lainnya :
- Jasamarga Terapkan Buka Tutup Akses Tol Layang MBZ Hari Ini
- NU dan Muhammadiyah Berpeluang Lebaran Bersamaan
- Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan hingga 24 Maret Selama Libur Lebaran
- Kemacetan “Horor” di Gilimanuk, Antrean Tembus Puluhan Kilometer
- Pemerintah Siapkan Pangkas Anggaran, Jaga Defisit Tetap Aman
Leave a comment