Home Berita Konflik Baru dalam Perang Rusia–Ukraina, Usulan AS Jadi Sorotan
BeritaInternasional

Konflik Baru dalam Perang Rusia–Ukraina, Usulan AS Jadi Sorotan

Share
Rencana Damai AS
Rencana Damai AS
Share

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Rusia dan Ukraina sepakat melakukan gencatan senjata selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Mei 2026.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social dan langsung menjadi sorotan dunia internasional.

Trump menyebut kesepakatan tersebut mencakup penghentian seluruh aktivitas militer atau “kinetic activity” antara kedua negara.

Selain itu, kedua negara tersebut dikabarkan akan melakukan pertukaran masing-masing 1.000 tahanan perang sebagai bagian dari kesepakatan sementara tersebut.

Baca Juga : Zelensky Ancam Balas Serangan Rusia saat Victory Day

“Saya dengan senang hati mengumumkan akan ada gencatan senjata 3 hari dalam perang antara Rusia dan Ukraina,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Ia berharap langkah ini dapat menjadi awal menuju berakhirnya perang panjang yang telah berlangsung sejak 2022.

Bertepatan dengan Perayaan Hari Kemenangan Rusia

Gencatan senjata ini berlangsung bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan Rusia atau Victory Day yang diperingati setiap 9 Mei.

Pemerintah Rusia sebelumnya memang telah mengumumkan penghentian sementara operasi militer untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy disebut turut menyetujui kesepakatan tersebut setelah adanya komunikasi intensif yang dimediasi Amerika Serikat.

Trump mengklaim dirinya berbicara langsung dengan Presiden Vladimir Putin dan Zelenskyy sebelum pengumuman resmi dilakukan.

Pihak Russia Umumkan Gencatan Senjata

Pertukaran 2.000 Tawanan Jadi Sorotan

Selain penghentian serangan, pertukaran tahanan perang menjadi salah satu poin utama dalam kesepakatan ini. Total sekitar 2.000 tawanan dari kedua pihak disebut akan dibebaskan secara bertahap selama masa gencatan senjata berlangsung.

Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal positif di tengah mandeknya berbagai negosiasi damai sebelumnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, AS, Rusia, dan Ukraina diketahui beberapa kali menggelar pembicaraan trilateral di Abu Dhabi dan Jenewa untuk mencari jalan keluar perang berkepanjangan itu.

Meski demikian, sejumlah pihak internasional masih meragukan efektivitas gencatan senjata tersebut. Sebab, baik Rusia maupun Ukraina sebelumnya saling menuduh melanggar kesepakatan penghentian serangan yang pernah diumumkan secara sepihak

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi di Tol Cipularang KM 91, 15 Kendaraan Terlibat

Pemuja.com – Mengerikan, kecelakaan beruntun kembali terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta. Kali ini, sebanyak 15 kendaraan terlibat tabrakan di KM 91+900 B,...

81 Pesawat Militer AS Rusak atau Hilang dalam Perang Iran

Pemuja.com – Kabar terbaru dari perang Amerika-Iran, ternyata sedikitnya sudah 81 pesawat militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan hilang atau mengalami kerusakan selama operasi...

Related Articles

IHSG Menguat di Akhir Pekan, Ancaman MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Jumat...

Asap Karhutla Sampai Ke NTT, Ribuan Penerbangan Terganggu

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus memicu gangguan penerbangan di...

Anggota Parlemen Malaysia Tegur Presiden Prabowo, Uniknya Pakai Bahasa Jawa

Pemuja.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan teguran anggota parlemen Malaysia, Kalam...

Vonis Sudewo 8,5 Tahun, Warga Pati Gelar Syukuran

Pemuja.com – Bupati Pati nonaktif Sudewo akhirnya divonis 8 tahun 6 bulan...