Pemuja.com – Pemerintah resmi menyesuaikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 menjadi Rp268 triliun.
Meski mengalami pengurangan dari angka yang sebelumnya ramai dibicarakan sebesar Rp335 triliun, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kualitas layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran negara agar penggunaan dana menjadi lebih tepat sasaran dan efektif.
Baca Juga : Pemerintah Putuskan Pangkas Anggaran MBG 2026
Menurutnya, penyesuaian anggaran lebih difokuskan pada efisiensi belanja operasional tanpa mengurangi esensi pelayanan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Fokus pada Efektivitas Program MBG
BGN menegaskan koordinasi dengan Kementerian Keuangan tetap berjalan baik demi memastikan keberlanjutan program MBG di seluruh Indonesia. Pemerintah juga disebut berkomitmen menjaga tata kelola anggaran agar lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dalam postur APBN 2026, anggaran Rp268 triliun akan difokuskan untuk mendukung operasional program melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
Berdasarkan data BGN, sekitar 93 persen dari total pagu anggaran digunakan langsung untuk operasionalnya. Dana tersebut mencakup kebutuhan bahan baku makanan, distribusi, operasional dapur, hingga dukungan relawan di lapangan.

Pemerintah Sebut Bukan Pemangkasan Anggaran MBG
BGN juga meluruskan informasi yang menyebut anggaran MBG dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Menurut lembaga tersebut, angka Rp335 triliun sebelumnya merupakan gabungan antara pagu APBN dan dana cadangan atau standby fund sebesar Rp67 triliun.
Dengan demikian, pagu resmi yang tercantum dalam APBN 2026 sejak awal memang sebesar Rp268 triliun. Pemerintah menilai langkah efisiensi dilakukan untuk memperbaiki tata kelola program sekaligus menjaga efektivitas penggunaan anggaran.
Jangkauan Penerima Manfaat Terus Bertambah
Hingga Mei 2026, program MBG tercatat telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia melalui puluhan ribu SPPG yang beroperasi di berbagai provinsi. Pemerintah optimistis target penerima manfaat nasional dapat terus meningkat dalam waktu dekat.
Selain memperluas cakupan layanan, BGN juga melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap standar operasional dapur MBG. Ribuan SPPG disebut sempat dihentikan sementara untuk peningkatan kualitas layanan dan keamanan pangan.
Leave a comment