Pemuja.com – Di tengah situasi negara dan dunia yang masih dipenuhi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perjalanan ke luar negeri. Kali ini, Presiden melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis pada 28 Mei 2026 untuk bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris.
Kunjungan ini sekaligus menjadi perjalanan ketiga Presiden Prabowo ke Prancis sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, Presiden telah lebih dulu berkunjung pada 23 Januari 2026 dan 14 April 2026. Intensitas pertemuan tersebut memperlihatkan hubungan Indonesia dan Prancis yang semakin dekat dalam berbagai sektor strategis.
Kerja Sama Pertahanan Jadi Sorotan
Salah satu pembahasan utama dalam kunjungan ini adalah penguatan kerja sama pertahanan. Indonesia dan Prancis sepakat memperluas kolaborasi pengembangan alutsista, peningkatan kemampuan militer hingga transfer teknologi pertahanan.
Prancis sendiri selama ini menjadi salah satu mitra penting Indonesia dalam modernisasi alat utama sistem senjata. Termasuk kerja sama pengadaan pesawat tempur Rafale yang sebelumnya sudah menjadi perhatian publik.
Di tengah meningkatnya tensi global dan perlombaan kekuatan militer berbagai negara, langkah Indonesia mempererat hubungan pertahanan dengan Prancis dinilai menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi nasional.

Bahas Energi dan Investasi
Selain pertahanan, Presiden juga membawa agenda kerja sama ekonomi dan energi bersih. Indonesia menawarkan peluang investasi di sektor mineral penting seperti nikel yang saat ini menjadi rebutan industri kendaraan listrik dunia.
Prancis diketahui memiliki teknologi energi maju, termasuk pengembangan energi terbarukan dan teknologi industri modern yang mulai dilirik Indonesia untuk mendukung percepatan transformasi energi nasional.
Pertemuan kedua negara juga membahas peluang kerja sama pendidikan, riset dan pengembangan teknologi jangka panjang.
Ada juga hasil menarik dari kunjungan tersebut. Dalam pertemuan bersama Presiden Emmanuel Macron, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan telah menginstruksikan agar bahasa Prancis mulai diajarkan di seluruh tingkatan sekolah di Indonesia.

Baca Juga : Pemerintah Putuskan Pangkas Anggaran MBG 2026
Hubungan Indonesia dan Prancis Semakin Dekat
Kunjungan ini memperlihatkan hubungan Indonesia dan Prancis yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Selain kerja sama ekonomi, kedua negara kini mulai membangun kemitraan strategis yang lebih luas di bidang geopolitik dan keamanan global.
Namun di media sosial, kunjungan Presiden ke Prancis kali ini juga memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Di tengah nilai dolar Amerika Serikat yang terus naik terhadap rupiah, kondisi ekonomi dalam negeri masih dianggap belum benar-benar pulih.
Kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok yang masif, daya beli masyarakat yang melemah hingga situasi ekonomi yang disebut masih “galau” ikut ramai menjadi perbincangan warganet.
Situasi itu kemudian dikaitkan dengan imbauan efisiensi anggaran yang sebelumnya terus disampaikan pemerintah kepada kementerian, lembaga hingga pemerintah daerah. Karena itu, sebagian warganet mempertanyakan mengapa agenda kunjungan luar negeri Presiden justru terus berjalan cukup intens.
Meski begitu masyarakat berharap rangkaian kunjungan ini nantinya benar-benar membawa dampak positif, mulai dari masuknya investasi baru, kerja sama ekonomi hingga membaiknya kondisi ekonomi nasional ke depan.
Baca Artikel Lainnya :
- Kemacetan Parah di Lenteng Agung Akibat Jalan Ambles Arah Depok
- Viral Pernyataan Mendes Soal Alfamart dan Indomaret Demi Koperasi Desa
- Tiga Kali ke Prancis Dalam Lima Bulan, Hubungan Indonesia-Prancis Makin Mesra
- Anggaran MBG Jadi Rp268T, BGN Janji Tetap Beri Yang Terbaik
- Trump Bantah Iran dan Oman Akan Amankan Selat Hormuz
Leave a comment