Pemuja.com – Mantan presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi kembali menjadi perhatian publik setelah muncul rencana dirinya melakukan safari keliling Indonesia mulai Juni 2026.
Rencana itu langsung memunculkan banyak spekulasi politik. Apalagi setelah sejumlah elite Partai Solidaritas Indonesia atau PSI mengaku tengah menyiapkan roadmap perjalanan Jokowi ke berbagai daerah.
Di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan, kemunculan Jokowi yang tetap aktif turun ke masyarakat juga memunculkan kritik soal potensi munculnya “dua matahari”.
Sejumlah pihak bahkan menilai janji Jokowi untuk tidak lagi “cawe-cawe” dalam urusan politik setelah lengser dari kursi presiden kini hanya menjadi isapan jempol semata.

Safari Nasional Pada Juni 2026
Rencana keliling Indonesia itu mulai ramai dibahas setelah relawan Projo dan elite PSI menyebut kondisi kesehatan Jokowi sudah pulih dan siap kembali turun ke lapangan.
Safari nasional tersebut disebut akan berlangsung mulai Juni hingga Juli 2026. Beberapa wilayah Indonesia Timur dikabarkan masuk agenda awal kunjungan.
Gaya turun langsung ke masyarakat atau blusukan memang sudah lama melekat pada sosok Jokowi sejak masih menjadi Wali Kota Solo hingga menjabat presiden selama dua periode.
Karena itu, banyak pihak menilai safari ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ada pesan politik besar yang dinilai sedang dibangun secara perlahan.

PSI Kendaraan Politik Baru Jokowi
Nama PSI hampir selalu muncul dalam pembahasan safari nasional Jokowi kali ini.
Hal itu tidak lepas dari posisi putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang kini menjabat Ketua Umum PSI.
Elite PSI bahkan secara terbuka menyebut Jokowi kini menjadi bagian dari PSI setelah ada kesan Jokowi telah menghianati PDIP sebelumnya.
Rencana keliling Indonesia juga disebut akan menjadi momentum memperkenalkan kedekatan Jokowi dengan PSI kepada masyarakat luas.
Situasi ini memunculkan dugaan bahwa safari nasional tersebut bukan hanya agenda silaturahmi, tetapi bisa penyerahan kemudi partai dari anak ke bapak, sehingga menjadi bagian dari konsolidasi politik menuju Pemilu 2029.
Misi Besar Menjaga Pengaruh Politik
Sejumlah pengamat politik menilai Jokowi masih ingin mempertahankan pengaruh politiknya meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Selama dua periode memimpin Indonesia, Jokowi berhasil membangun jaringan relawan yang besar dan loyal di banyak daerah.
Safari nasional dinilai menjadi cara untuk menunjukkan bahwa pengaruh politiknya belum hilang.
Selain itu, ada pula anggapan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan masa depan politik keluarga Jokowi, termasuk mengamankan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelang kontestasi politik berikutnya.
PSI juga dinilai menjadi kendaraan strategis untuk menjaga kekuatan politik keluarga Jokowi dalam jangka panjang.

Kritik Dua Matahari Kembali Bermunculan
Di sisi lain, kritik mulai muncul dari sejumlah pengamat hingga elite politik nasional.
Mereka menilai aktivitas politik Jokowi yang tetap masif setelah tidak lagi menjabat presiden berpotensi menimbulkan kesan adanya dua pusat kekuasaan.
Istilah “dua matahari” digunakan untuk menggambarkan situasi ketika mantan pemimpin masih memiliki pengaruh besar sehingga membayangi pemerintahan yang sedang berjalan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Bahkan dalam salah satu pidato politiknya, Prabowo pernah meneriakkan “Hidup Jokowi” di depan pendukungnya. Momen itu sempat memicu perdebatan publik karena dianggap menunjukkan hubungan politik keduanya masih sangat kuat.
Terlebih banyak kebijakan pemerintah saat ini dinilai masih melanjutkan arah pemerintahan Jokowi sebelumnya.
Sejumlah menteri di kabinet Prabowo juga merupakan wajah lama dari era Jokowi, termasuk beberapa petinggi TNI dan Polri yang sebelumnya menempati posisi strategis saat Jokowi berkuasa, bahkan saat ini akan diperpanjang.
Kondisi itu membuat sebagian publik menilai bayang-bayang pengaruh Jokowi di pemerintahan saat ini masih sangat terasa, meski secara resmi kepemimpinan nasional sudah berganti.
Polemik Ijazah Palsu Ikut Kembali Disorot
Di tengah rencana safari nasional tersebut, polemik mengenai tuduhan ijazah palsu Jokowi kembali ramai dibahas di media sosial.
Sejumlah pihak mempertanyakan alasan Jokowi beberapa kali tidak hadir langsung dalam proses persidangan terkait gugatan ijazah, namun kini justru disebut siap melakukan perjalanan panjang keliling Indonesia.
Sebagian pihak menilai polemik tersebut sebenarnya bisa selesai lebih cepat apabila ijazah asli ditunjukkan secara terbuka sejak awal.
Namun kubu Jokowi menegaskan tidak ada kewajiban hukum bagi mantan presiden itu untuk memperlihatkan ijazah asli di luar proses pengadilan.
Antara Kerinduan Rakyat dan Mesin Politik Baru
Bagi pendukungnya, Jokowi dianggap masih menjadi sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat dan dirindukan masyarakat bawah.
Namun bagi lawan politiknya, safari keliling Indonesia dinilai sebagai langkah awal membangun mesin politik baru menjelang 2029.
Apalagi popularitas Jokowi hingga kini masih tergolong tinggi dibanding banyak tokoh politik lainnya.
Kini publik menunggu seperti apa bentuk safari nasional tersebut nantinya. Apakah benar hanya untuk menyapa rakyat, atau menjadi awal pertarungan politik baru setelah pergantian kekuasaan nasional.
Baca Artikel Lainnya :
- Jokowi Siap Turun ke Daerah (Lagi), Politik 2029 Mulai Terasa
- Final Liga Champions 2026, PSG Arsenal Siap Hibur Budapest
- Hamas Kecam Rencana Israel Kuasai 70% Wilayah Gaza
- Pemerintah Arab Saudi : Haji 2026 Sukses, Jemaah Tembus 1,7 Juta
- Kemacetan Parah di Lenteng Agung Akibat Jalan Ambles Arah Depok
Leave a comment