Home Berita Penundaan Tarif Resiprokal Amerika Ditunda, Kecuali China?
BeritaBusinessInternasional

Penundaan Tarif Resiprokal Amerika Ditunda, Kecuali China?

Share
Presiden Amerika
Share

Pemuja.com – Pada tanggal 9 April 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan sementara selama 90 hari atas kebijakan tarif impor resiprokal terhadap puluhan negara mitra dagang.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang negosiasi bagi negara-negara yang terkena dampak kebijakan tersebut.

Namun, China sebagai mitra dagang utama tetap terkena tarif tinggi, menggarisbawahi ketegangan dalam perang dagang yang sedang berlangsung.

Latar Belakang Kebijakan Tarif Resiprokal

Kebijakan tarif resiprokal sebelumnya diberlakukan sebagai respons terhadap ketidakseimbangan perdagangan yang dirasakan oleh Amerika Serikat.

Tarif ini dikenakan dengan besaran yang bervariasi, tergantung pada negara mitra dagang. Indonesia, misalnya, dikenakan tarif sebesar 32%, sementara China menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi, yaitu 125%.

Perang Dagang yang Memanas

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China terus memuncak, dengan kedua negara saling menaikkan tarif impor.

China merespons kebijakan tarif Amerika dengan menaikkan tarif impor barang dari AS hingga 84%. Langkah ini memicu eskalasi lebih lanjut, dengan Presiden Trump meningkatkan tarif untuk barang-barang asal China menjadi 125%.

Meskipun Amerika Serikat menunda tarif untuk sebagian besar negara selama 90 hari, penundaan ini secara eksplisit tidak berlaku untuk China. Dengan demikian, China terus menghadapi tekanan ekonomi yang intens dari kebijakan perdagangan AS.

Dampak Penundaan Tarif

Selama masa penundaan, tarif yang berlaku sementara diturunkan ke level tarif dasar, yaitu 10%, kecuali untuk China.

Negara-negara terdampak lainnya diberi kesempatan untuk melanjutkan negosiasi ulang dengan Amerika Serikat.

Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa tarif khusus terhadap produk seperti mobil, baja, dan aluminium tetap diberlakukan, terutama untuk negara-negara dengan potensi perdagangan besar.

Reaksi Pasar dan Negara Terdampak

Kebijakan ini disambut positif oleh pelaku pasar, dengan lonjakan tajam pada bursa saham utama Amerika Serikat.

Negara-negara Asia, termasuk Indonesia, memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat hubungan dagang mereka dengan Amerika Serikat.

Di sisi lain, ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China menjadi lebih tajam, dengan kedua negara bersikukuh pada kebijakan mereka masing-masing.

Penundaan tarif resiprokal selama 90 hari mencerminkan manuver diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Trump untuk mengurangi tekanan internasional.

Langkah ini memberikan ruang bagi negara-negara terdampak untuk memperbaiki hubungan perdagangan mereka dengan Amerika Serikat.

Namun, pengecualian terhadap China menunjukkan bahwa perang dagang sengit antara kedua negara tetap menjadi faktor dominan dalam kebijakan perdagangan global. Ketegangan ini menjadi tantangan besar bagi stabilitas ekonomi internasional.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Bertemu Satgas PKH, Bahas Pelanggaran Hutan

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026)....

Garuda GA604 Pecah Ban, Berhasil Mendarat Selamat di Makassar

Pemuja.com – Insiden langka dialami pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta–Makassar yang mengalami pecah ban pada salah satu roda utama saat penerbangan menuju...

Related Articles

Utang Warisan Krisis 1998 Rp640 Triliun Dinyatakan Lunas

Pemuja.com – Pemerintah Indonesia akhirnya menyelesaikan seluruh kewajiban surat utang yang diterbitkan...

Trump Umumkan Perluasan Kehadiran Militer AS di Greenland

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana memperbesar kehadiran...

TNI Fair 2026 Digelar Besok di Monas 19-20 September

Pemuja.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menggelar TNI Fair dalam rangka...

KPK Geledah Gedung ATR/BPN, Tiga Ruang Dirjen Diperiksa

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan di Kementerian Agraria...