Home Berita Tragedi Peledakan SMAN 72: Penyelidikan Terus Berjalan
BeritaNasional

Tragedi Peledakan SMAN 72: Penyelidikan Terus Berjalan

Share
Share

Pemuja.com – Insiden peledakan terjadi pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 12.30 WIB di area masjid SMAN 72 Jakarta Utara.

Ledakan terdengar saat para siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat. Suara dentuman keras disusul kepulan asap membuat suasana panik.

Tim medis dan aparat keamanan segera dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 55 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sebagian besar akibat serpihan dan tekanan ledakan.

Penyelidik Memeriksa Jejak Digital dan Jaringan Sosial

Penyidik akan melanjutkan pemeriksaan terhadap perangkat digital milik pelaku, termasuk ponsel dan laptop, untuk menelusuri jejak komunikasi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Fokus utama adalah mengidentifikasi apakah pelaku mendapat instruksi atau inspirasi dari forum daring, serta apakah ada jaringan yang mendukung aksi tersebut. Polisi juga membuka kanal pengaduan bagi siswa lain yang merasa mengalami tekanan atau perundungan.

Identifikasi Pelaku: Siswa Aktif Jadi Tersangka Utama

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa pelaku telah teridentifikasi sebagai seorang siswa aktif berusia 17 tahun yang masih tercatat sebagai murid di SMAN 72.

Pelaku turut menjadi korban luka dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di bawah pengawasan kepolisian.

Penangkapan dilakukan setelah analisis CCTV dan keterangan saksi mengarah pada keterlibatan pelaku dalam merakit dan menempatkan alat peledak.

Barang Bukti Kuat, Modifikasi Perangkat Audio

Tim Gegana Polri menemukan barang bukti berupa komponen elektronik yang diduga dimodifikasi dari perangkat speaker aktif.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai jenis bahan peledak, penyidik menduga bahwa pelaku menggunakan bahan rakitan yang mudah diakses secara daring. Analisis forensik masih berlangsung untuk memastikan komposisi dan daya ledak alat tersebut.

Dugaan Perundungan dan Tekanan Psikologis

Kombes Pol Budi Hermanto dari Polda Metro Jaya menyebut bahwa motif pelaku masih dalam tahap pendalaman.

Salah satu dugaan kuat adalah adanya tekanan psikologis akibat perundungan yang dialami pelaku di lingkungan sekolah.

Beberapa saksi menyebut pelaku kerap menyendiri dan menunjukkan perubahan perilaku dalam beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan terhadap riwayat digital pelaku juga sedang dilakukan untuk menelusuri kemungkinan pengaruh eksternal.

Evaluasi Bagi Sekolah dan Pemerintah

Pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait status pelaku dan langkah disipliner yang akan diambil.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengunjungi korban dan menyatakan komitmen untuk memperketat sistem keamanan di sekolah-sekolah negeri.

Kementerian Pendidikan juga mulai meninjau ulang protokol keamanan dan layanan konseling psikologis di lingkungan pendidikan.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

DPR Minta Audit Nasional Usai Korupsi Pakan Satwa KBS

Pemuja.com – Dugaan korupsi anggaran pakan dan perawatan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) mendapat perhatian DPR RI. Komisi IV DPR meminta pemerintah...

KPK Sita Uang Rp4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar saat menggeledah rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang...

Related Articles

Prabowo : Masak TNI-Polri Tak Bisa Usut 1.000 Tambang Ilegal

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan...

Musim Kemarau Memuncak, Karhutla Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia

Pemuja.com – Memasuki puncak musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali...

Viral Challenge Ayat Suci Berhadiah Miras, Polisi Tangkap 2 Orang

Pemuja.com – Kasus dugaan penistaan agama dalam acara The Sounds Project di...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Bandar Narkoba Beri Perlawanan

Pemuja.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok,...